Penulis: Sebinus Abel Editor: Ferdy Jemaun
Labuan Bajo, InfoMabar,- Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Lingkungan Hidup bekerja sama dengan PT. Trek Batu Alami menggelar penanaman 1.000 anakan mangrove di Desa Warloka Pesisir, Kecamatan Komodo. Selain untuk menjaga alam Mabar tetap lestari, kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya untuk menggaungkan Gerakan Indonesia ASRI.
Sebagaimana disaksikan InfoMabar, kegiatan penanaman 1.000 anakan Mangrove ini berlangsung pada Jumat (6/11/2026) pagi.

Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WITA hingga selesai ini merupakan bentuk implementasi hasil telaahan terhadap kebijakan RPJMD dan RPLH melalui kegiatan pengendalian lingkungan yang nyata dan terukur.
Penanaman ini juga menindaklanjuti instruksi Presiden RI terkait Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), sekaligus untuk menjaga pesisir dan melestarikan alam untuk masa depan bersama.
Penjabat Sekretaris Daerah Manggarai Barat, Pius Baut, menjelaskan kegiatan ini bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, melainkan bagian dari program nasional Indonesia ASRI.
“Ini bukan hanya kegiatan rutin tahunan. Ini program Dinas Lingkungan Hidup bermitra dengan pihak lain untuk menanam Mangrove dan upaya-upaya lain untuk melestarikan alam. Ini bagian dari salah satu program untuk program nasional, program ASRI,” ujar Pius Baut.
Ia berharap masyarakat turut berpartisipasi aktif menjaga alam, termasuk melalui program yang melibatkan desa. Menurutnya, keindahan alam Manggarai Barat harus terus berkelanjutan dan lestari.
Sementara itu, penggiat mangrove asal Desa Warloka Pesisir, Saripa, memperkenalkan pembibitan mangrove yang telah dikembangkan warga setempat sejak tahun 2023.

Di lokasi pembibitan tersebut terdapat beberapa jenis mangrove, di antaranya: Rhizophora Mucronata, Rhizophora Apiculata, Avicennia, Sonneratia Alba, dan Bruguiera.
“Kami mengembangkan mangrove sejak tahun 2023, tapi saat itu kami masih individu dan masih butuh dukungan dari dinas-dinas terkait,” kata Saripa.
Ia menjelaskan, proses pembibitan dimulai dari propagul, yaitu buah mangrove yang sudah siap disemai. Propagul dicari di sekitar Warloka Pesisir, kemudian disemai menggunakan media tanah yang dimasukkan ke dalam polybag.
“Kami di sini bukan hanya sekadar menanam, tapi kami punya proses monitoring. Dari monitoring ini kami mengukur mulai dari akar yang sudah muncul, tinggi, lingkar pohon, dan daun,” jelasnya.
Saripa menambahkan, pembibitan mangrove juga menghadapi hama, termasuk kambing yang memakan bibit. Untuk itu, lokasi pembibitan harus dipasangi jaring waring agar bibit tetap aman dan terlindung.
“Di sini juga ada hama yaitu kambing. Kambing makan. Jadi di tempat pembibitan kami harus menggunakan jaring supaya bibit itu tetap aman dan terlindung,” ujarnya.
Peserta yang hadir dalam kegiatan ini antara lain sejumlah pimpinan OPD se-Kabupaten Manggarai Barat, Kepala Dinas Lingkungan Hidup beserta jajarannya, Sekretaris Desa Warloka Pesisir beserta warga, Sekolah SMPN 7 Warloka beserta siswa/ siswinya , serta pimpinan lembaga dan mitra lingkungan.
Pemerintah daerah berharap penanaman mangrove ini tidak hanya menghijaukan pesisir, tetapi juga memperkuat perlindungan ekosistem pantai, mencegah abrasi, dan menjadi habitat bagi berbagai biota laut di wilayah Warloka Pesisir.***



