Home Berita Terkini Listrik Andal Jadi Penopang Pariwisata Labuan Bajo, Pemkab Mabar Apresiasi Customer Gathering...

Listrik Andal Jadi Penopang Pariwisata Labuan Bajo, Pemkab Mabar Apresiasi Customer Gathering PLN

0
216
Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Gabriel Bagung, saat menyampaikan sambutan. (Foto :Dok.Pri)
Penulis: Ferdy Jemaun

Labuan Bajo, InfoMabar,- Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat memberikan apresiasi kepada PT PLN (Persero) UP3 Flores Bagian Barat yang dinilai terus membuka ruang komunikasi dengan pelanggan melalui kegiatan Customer Gathering bertajuk “Flores Bangkit, Senyum Pelanggan, Energi untuk Negeri”.

Apresiasi Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat ini disampaikan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Gabriel Bagung, dalam sambutannya pada kegiatan yang digelar di Hotel Plaza Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (6/10/2026).

oleh Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Gabriel Bagung (tengah) pada kegiatan Customer Gathering di Labuan Bajo. (Foto : Dok.Pri.)

Kegiatan Customer Gathering ini dihadiri oleh jajaran PLN, pemerintah daerah, pelanggan, mitra kerja, pelaku usaha, media, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

“Pertama-tama, atas nama Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PLN UP3 Flores Bagian Barat yang telah menyelenggarakan Customer Gathering ini,” ungkap Gabriel.

Menurut Gabriel, kegiatan tersebut tidak boleh dipandang hanya sebagai forum silaturahmi antara PLN dan pelanggan. Lebih dari itu, Customer Gathering menjadi ruang untuk membangun komunikasi, memperkuat sinergi, sekaligus mencari solusi bersama terhadap kebutuhan kelistrikan di Manggarai Barat.

Hal itu dinilai semakin penting seiring dengan perkembangan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super premium yang terus membutuhkan dukungan infrastruktur energi yang andal, berkualitas dan berkelanjutan.

“Kita semua memahami bahwa Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super premium membutuhkan dukungan listrik yang semakin andal, berkualitas dan berkelanjutan,” katanya.

Gabriel menegaskan, listrik bukan lagi sekadar kebutuhan dasar rumah tangga. Dalam konteks pertumbuhan ekonomi Labuan Bajo, listrik telah menjadi salah satu fondasi utama yang menopang hampir seluruh aktivitas masyarakat dan dunia usaha.

Hotel dan resort membutuhkan listrik untuk mengoperasikan kamar, pendingin ruangan, dapur, lift, sistem keamanan hingga berbagai fasilitas pelayanan tamu. Restoran dan kafe membutuhkan pasokan listrik untuk menjaga operasional dapur, penyimpanan bahan makanan, penerangan dan pelayanan digital.

Demikian pula dengan pelaku UMKM, pusat perbelanjaan, perkantoran, fasilitas kesehatan, pelabuhan, transportasi wisata, hingga berbagai usaha yang tumbuh mengikuti perkembangan industri pariwisata.

Di tengah meningkatnya arus wisatawan dan berkembangnya investasi pariwisata di Labuan Bajo, kebutuhan terhadap listrik yang stabil menjadi semakin strategis. Gangguan pasokan listrik tidak hanya berpotensi menghambat aktivitas bisnis, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas pelayanan yang diterima wisatawan.

Karena itu, keandalan energi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga daya saing Labuan Bajo sebagai destinasi wisata.

“Keandalan listrik sangat penting bagi masyarakat, dunia usaha, perhotelan, UMKM, fasilitas kesehatan, hingga berbagai aktivitas pariwisata,” lanjut Gabriel.

Ia berharap hubungan antara PLN, pemerintah daerah, dunia usaha dan masyarakat tidak berhenti pada forum pertemuan semata. Kolaborasi tersebut harus terus diperkuat untuk memastikan kebutuhan energi dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah.

“Karena itu, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat berharap kolaborasi PLN, pemerintah daerah, dunia usaha dan masyarakat terus diperkuat, sehingga kebutuhan energi dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Manager PLN UP3 Flores Bagian Barat, Yudistira Adi Guna, menegaskan bahwa Customer Gathering harus menjadi ruang komunikasi dua arah antara PLN dan pelanggan.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, tetapi kesempatan bagi PLN untuk mendengar secara langsung kebutuhan, kritik, masukan dan harapan pelanggan.

“Customer Gathering ini harapan kami bukan sekadar sebagai ajang silaturahmi, tetapi menjadi ruang bagi kami untuk semakin dekat dengan Bapak dan Ibu pelanggan. Kami ingin mendengarkan masukan, kebutuhan, kritik, maupun saran dari Bapak dan Ibu sekalian,” katanya.

Yudistira menempatkan pelanggan sebagai bagian penting dalam perjalanan PLN meningkatkan kualitas pelayanan.

“Bagi kami, Bapak dan Ibu sekalian bukan hanya pelanggan, tetapi juga mitra strategis PLN untuk mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Flores Bagian Barat,” tegasnya.

Ia mengatakan, perkembangan aktivitas ekonomi dan pariwisata secara otomatis akan diikuti dengan meningkatnya kebutuhan terhadap energi listrik.

Pertumbuhan hotel, restoran, destinasi wisata, usaha jasa, UMKM, fasilitas publik dan berbagai sektor pendukung pariwisata pada akhirnya membutuhkan pasokan listrik yang mampu mengikuti ritme pertumbuhan ekonomi daerah.

Karena itu, PLN dituntut untuk terus menyesuaikan pelayanan agar semakin adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta dunia usaha.

“Pelayanan terbaik bukan sekadar apa yang kami sampaikan, tetapi juga bagaimana kami mendengarkan apa yang Bapak dan Ibu inginkan dari PLN. Baik itu masukan, kritik, saran, maupun kebutuhan lainnya,” ungkap Yudistira.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, pelanggan, mitra kerja, media dan seluruh pemangku kepentingan yang selama ini memberikan dukungan terhadap PLN.

“Harapan saya, semoga pertemuan hari ini dapat memperkuat komunikasi dan kolaborasi kita bersama-sama untuk mendukung Flores Bagian Barat semakin maju,” ujarnya.

Bagi Manggarai Barat, khususnya Labuan Bajo, energi listrik pada akhirnya bukan hanya persoalan menyalakan lampu dan menjalankan peralatan elektronik.

Di balik listrik yang menyala di kamar hotel, restoran, rumah sakit, pelabuhan, kantor, kafe dan berbagai pusat aktivitas ekonomi, terdapat roda pariwisata yang terus bergerak.

Karena itu, semakin besar geliat pariwisata Labuan Bajo, semakin besar pula kebutuhan terhadap listrik yang andal, berkualitas dan berkelanjutan.

Di titik inilah sinergi antara PLN, pemerintah daerah, pelaku usaha dan masyarakat menjadi penting: memastikan energi tidak menjadi penghambat pertumbuhan, tetapi justru menjadi kekuatan yang ikut menggerakkan ekonomi Manggarai Barat dan Flores Bagian Barat.***