
Penulis: Ferdy Jemaun
Labuan Bajo, InfoMabar,- Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, menegaskan bahwa buku bukan sekadar kumpulan tulisan yang tersusun dalam lembaran-lembaran kertas. Lebih dari itu, buku merupakan jendela pengetahuan, sumber inspirasi, sekaligus bekal penting bagi generasi muda untuk menatap dan membangun masa depan. Karena itu, membaca harus jadi budaya.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Edistasius Endi melalui sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Gabriel Bagung, pada acara Hibah Buku “Merawat Ladang Kehidupan” Seri 1–3, yang berlangsung di SMKN 1 Labuan Bajo, Rabu (7/10/2026).

Gabriel Bagung terlebih dahulu menyampaikan permohonan maaf karena Bupati Edistasius Endi tidak dapat hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut.
“Saya menyampaikan permohonan maaf dan salam hormat dari Bapak Bupati Manggarai Barat yang pada kesempatan ini belum dapat hadir secara langsung. Saya dipercaya untuk mewakili beliau dalam kegiatan ini,” ujar Gabriel membacakan sambutan Bupati Edi.
Dalam sambutannya, Bupati Edi menyambut baik kegiatan hibah buku tersebut. Menurutnya, pemberian buku kepada sekolah dan para pelajar bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bagian dari upaya menanamkan budaya membaca sekaligus memperluas cakrawala berpikir generasi muda.
Bupati Edi juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para penulis yang telah menyumbangkan karya dan pemikirannya bagi generasi muda Manggarai Barat.
Menurutnya, sebuah buku dapat menjadi ruang bagi anak-anak muda untuk menemukan pengetahuan, gagasan, pengalaman, bahkan nilai-nilai kehidupan yang mungkin tidak mereka temukan dalam ruang pembelajaran formal.
Karena itu, Bupati Edi secara khusus berpesan kepada para siswa-siswi SMKN 1 Labuan Bajo agar tidak menjadikan buku-buku tersebut sekadar koleksi di perpustakaan.
Ia meminta para siswa membaca dengan sungguh-sungguh, menyerap nilai-nilai baik yang terkandung di dalamnya, kemudian menjadikan pengetahuan tersebut sebagai kekuatan untuk meraih cita-cita.
“Kalian adalah generasi yang akan melanjutkan pembangunan Manggarai Barat. Labuan Bajo boleh semakin maju, pariwisata boleh semakin berkembang, tetapi kualitas manusianya harus menjadi kekuatan utama,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi penekanan penting di tengah perkembangan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super prioritas. Kemajuan daerah, kata Bupati, tidak cukup hanya diukur dari pertumbuhan pembangunan fisik dan perkembangan sektor pariwisata.
Di balik kemajuan sebuah daerah, harus ada manusia-manusia yang memiliki pengetahuan, karakter, kreativitas, integritas, serta mampu menjaga akar budaya dan nilai-nilai kehidupan.
Karena itu, Bupati Edi mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membangun generasi muda Manggarai Barat yang cerdas, berkarakter, kreatif dan berintegritas, tanpa kehilangan identitas budaya yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat.
Bagi Bupati Edi, buku yang dihibahkan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai bahan bacaan. Buku itu harus menjadi awal dari tumbuhnya kebiasaan membaca, lahirnya gagasan, berkembangnya karakter, dan munculnya harapan baru di kalangan generasi muda.
“Semoga buku ini benar-benar menjadi ‘ladang’ tempat tumbuhnya pengetahuan, karakter, dan harapan bagi masa depan anak-anak kita,” tutupnya.
Hibah buku “Merawat Ladang Kehidupan” Seri 1–3 dengan demikian tidak hanya menjadi momentum penyerahan karya kepada sekolah. Lebih jauh, kegiatan tersebut membawa pesan bahwa pembangunan manusia harus berjalan seiring dengan pembangunan daerah.
Sebab, ketika buku dibaca, pengetahuan tumbuh. Ketika pengetahuan tumbuh, cara berpikir berkembang. Dan dari sanalah, masa depan sebuah daerah dapat dibangun oleh generasi yang memiliki bekal untuk menentukan arah perjalanannya.***


