Penulis : Gonsalez Editor : Ferdy Jemaun
Labuan Bajo, InfoMabar,- Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, secara resmi melantik Direktur baru Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Wae Mbeliling untuk masa jabatan 2025-2030. Ada 3 mandat utama yang dilimpahkan kepada Direktur Utama yang baru ini.
Setelah mengabdi selama dua periode, Aurelius Hubertus Endo, mengakhiri masa jabatanya sebagai Direktur Utama Perumda Wae Mbeliling pada 14 September 2025.

Menyusul masa jabatan Aurelius yang telah berakhir itu, Bupati Edi kemudian melantik Direktur Utama yang baru, untuk masa jabatan 2025-2030, yakni Ponsianus Mato, sebagaimana Surat Keputusan Bupati Nomor 236/KEP/HK/2025.
Disaksikan InfoMabar, pelantikan berlangsung di Aula Kantor Bupati Manggarai Barat, Senin (15/09/2025).
Dalam sambutannya, Bupati Edi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada direktur periode sebelumnya atas seluruh dedikasi dan kerja cerdasnya yang telah membawa perbaikan kualitas pelayanan air minum di wilayah Kota Labuan Bajo.
“Bapak telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa. Dari hari ke hari ada perbaikan kualitas pelayanan,” pujinya.
Menghadapi tantangan ke depan, Bupati Endi menekankan bahwa Perumda Wae Mbeliling memikul dua fungsi yang tidak terpisahkan, yakni : orientasi sosial (social oriented) dan orientasi profit (profit oriented).

Untuk menyeimbangkan kedua fungsi tersebut, Bupati memberikan tiga mandat utama kepada Direktur Utama yang baru di lantik ini.
Pertama, Konsolidasi Organisasi. Bupati meminta agar direktur baru segera melakukan penataan dan penguatan internal organisasi. “Saya yakin dan percaya bahwa direktur yang baru ini bisa mengorkestrasi seluruh komponen yang ada di Perumda Wae Mbeliling,” tegasnya.
Kedua, Penatausahaan dan Pemanfaatan Aset. Poin ini dinyatakan sebagai hal yang mutlak dan tidak bisa ditawar. Kapan penatausahaannya tidak berjalan dengan baik, maka perusahaan ini di ambang kehancuran. Kapan pemanfaatan asetnya tidak berjalan dengan baik, perusahaan di ambang kebangkrutan.
“Tugas terberat direktur adalah menciptakan perusahaan yang tidak hanya sehat, tetapi juga mampu menghasilkan laba,” tegasnya.
Bupati Edi juga menyampaikan pandangannya tentang ‘deviden’ bagi daerah. Baginya, deviden terbesar adalah pelayanan yang prima kepada masyarakat. “Kapan pipa-pipa tidak bocor, itu sudah devidennya. Kapan airnya selalu keluar, itu sudah devidennya. Kapan orang tidak mengeluh, itu sudah devidennya,” ucapnya.
Ketiga, Penyusunan Master Plan. Bupati meminta direktur baru untuk menyusun perencanaan induk yang mempertimbangkan kondisi air baku dan laju pertumbuhan penduduk yang sangat pesat. Dicontohkannya, dalam enam bulan pertama 2025 saja, pertumbuhan penduduk sudah mencapai 4.000 jiwa, dengan total penduduk kini 294.681 jiwa. Perhitungan ini crucial untuk memastikan ketersediaan air bersih di masa depan.
Di akhir sambutannya, Bupati mengingatkan untuk segera menuntaskan persoalan disiplin pegawai, termasuk adanya indikasi pegawai yang tidak masuk atau tidak melaksanakan tugas dengan baik.
“Inilah soal-soal yang harus dituntaskan. Jangan sampai ketidakdisiplinan menular ke yang lain,” pungkasnya.
Dengan pengalaman yang dimiliki, Bupati Edistasius Endi menyatakan keyakinannya bahwa direktur baru mampu membawa Perumda Wae Mbeliling ke arah yang lebih baik dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Manggarai Barat.***


