Home Berita Terkini Kunjungi Posko Bencana di Labuan Bajo, 3 Gubernur Nusatenggara Mengaku Sependeritaan

Kunjungi Posko Bencana di Labuan Bajo, 3 Gubernur Nusatenggara Mengaku Sependeritaan

0
46
Penulis: Sebinus dan Gonzales 
Editor: Ferdy Jemaun

Labuan Bajo, InfoMabar,- 3 orang Gubernur di wilayah Nusatenggara, yakni Bali, NTB dan NTT, menunjukkan solidaritasnya untuk para korban Gempa Flores, dengan mengunjungi Posko Bencana di Labuan Bajo. Dalam menghadapi bencana ini, ketiganya mengaku sebagai saudara kembar yang sependeritaan. Satu yang berduka, ketiganya merasakan penderitaanya.

3 orang Gubernur di wilayah Nusatenggara ini adalah Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal,  Gubernur Bali, I Wayan Koster dan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena.

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi (ketiga dari kiri) saat menerima kehadiran 3 Gubernur wilayah Nusatenggara. (Foto : Gonsalez)

Ketiganya menunjukkan solidaritas yang nyata, dengan melakukan kunjungan langsung ke Posko Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi dan Tsunami BPBD Manggarai Barat, Kamis (20/08/2026) pagi.

Kedatangan tiga kepala daerah tersebut disambut langsung oleh  Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, yang didampingi  Wakil Bupati, Yulianus Weng dan  Sekretaris Daerah, Fransiskus S. Sodo.

Kunjungan bersama ini menjadi bentuk nyata solidaritas antar daerah serumpun bagi masyarakat Flores yang terdampak gempa bermagnitudo 7,7 scala richter.

Sebelumnya, 3 Gubernur ini juga menandatangani MOU, kerja sama untuk saling suport dalam upaya peningkatan ekonomi di wilayah Nusatenggara.

Baca : 5 Sektor Strategis Jadi Fokus Kerja Sama Tiga Gubernur Wilayah Nusa Tenggara

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan rasa empati yang sangat mendalam atas musibah bencana alam dengan kekuatan 7,7 SR yang menimpa  NTT khususnya  wilayah pulau Flores.

“Kami tahu betapa beratnya menghadapi situasi seperti ini. Dan kami paham betul bagaimana arti pentingnya kehadiran teman pada saat kami menghadapi situasi seperti ini,” ujarnya.

Ia mencontohkan pengalaman NTB saat gempa 2018. “Dulu kami 2018 dibantu oleh semua teman-teman di level nasional, dari berbagai provinsi, semua lembaga, bahkan internasional masuk. Dan sekarang, saatnya kami untuk hadir buat saudara kami, apalagi ini adalah saudara terdekat kami,” ujarnya

Gubernur Lalu ini bahkan mengaku ketiganya adalah saudara kembar, yan harus saling merasakan dalam suka dan duka. “Kami bertiga ini adalah saudara kembar. Jadi kami merasa bahwa duka yang dirasakan oleh satu di antara kami adalah duka kami semua. Dan suka kami adalah suka kami semua,” tegasnya.

Gubernur NTB Muhhamad juga mengumumkan pengerahan tenaga kesehatan untuk wilayah Kabupaten Manggarai Timur. “Kami di NTB punya banyak stok tenaga medis, dokter, dan paramedis khusus kebencanaan. Dengan senang hati mereka hadir ke sini. Sebagian besar sudah berada di Manggarai Timur, membantu proses penanganan pasien-pasien di rumah sakit dan puskesmas. Salam dan doa dari seluruh masyarakat NTB buat saudara-saudara kami di NTT.” Ujarnya

Sementara itu, Gubernur NTT, Melki Laka Lena, mewakili pemerintah dan masyarakat NTT terdampak, menyampaikan terima kasih atas dukungan cepat dari pemerintah Propinsi Bali dan Propinsi NTB ini.

“Saya mewakili pemerintah dan masyarakat Nusa Tenggara Timur, khususnya yang terdampak di daerah Flores. Mulai dari Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Flores Timur juga terdampak. Ada tujuh kabupaten yang terkena,” ucapnya.

Ia mengapresiasi bantuan dana, tenaga kesehatan, dan logistik yang sudah dikirim. “Kita hari ini ada di kantor BPBD Manggarai Barat sebagai posko induk. Terima kasih dukungannya. Dan saya lihat ini akan agak panjang urusan penanganan gempa Flores ini.”

Gubernur Laka Lena memaparkan perkiraan awal kerusakan. “Kalau Manggarai Barat saja memperkirakan sudah lebih dari 10.000 rumah terdampak, rusak berat, ringan, maupun sedang. Perkiraan saya, bisa di angka mendekati 100.000 atau lebih rumah seluruh Flores terdampak. Belum lagi kantor pemerintahan, keamanan, dan keseluruhan.”

Dalam pertemuan tersebut, ketiga gubernur tersebut berdiskusi terkait langkah-langkah strategi yang tepat dalam penanganan bencana alam ke depan. Gubernur NTB menawarkan pengalaman dan sumber daya yang dimiliki NTB untuk membantu NTT.

“Kami sudah pernah mengalami ini. Jadi nanti jangan sungkan-sungkan untuk sharing ke kami,” katanya.

Kunjungan ditutup dengan sesi foto bersama dengan sebagai simbol eratnya persaudaraan tiga provinsi.

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat berharap sinergi ini dapat mempercepat proses penanganan darurat, pemulihan, hingga rekonstruksi di wilayah Flores.***