Penulis : Gonsalez Editor : Ferdy Jemaun
Labuan Bajo, InfoMabar,- Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Lakalena, memberi apresiasi tinggi terhadap sistem aplikasi darurat bencana yang dimiliki Kabupaten Manggarai Barat. Bahkan Ia sebut Manggarai Barat layak jadi role model untuk semua kabupaten di NTT.
Apresiasi akan Aplikasi Tanggap Darurat ini disampaikan Melki di hadapan Gubernur Bali dan Gubernur NTB dalam pertemuan di Posko Tanggap Bencana, Kantor BPBD Manggarai Barat, Kamis (20/08/2026).

“Manggarai Barat ini keren. Sudah sangat profesional bisa mendapatkan data real time. Jadi, Mabar ini harus jadi role model bagi kabupaten-kabupaten lain di NTT ini,” ujar Gubernur Melki.
Pujian tersebut disampaikan setelah melihat langsung paparan data dan sistem penanganan bencana yang diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat pascagempa bumi yang mengguncang wilayah Flores.
Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Barat, Fransiskus S. Sodo, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut menjelaskan secara rinci mengenai aplikasi darurat bencana yang digunakan. Aplikasi ini memungkinkan seluruh data dari lapangan dapat terpantau secara langsung dan akurat.
“Setiap data yang di laporkan akan diinput dalam aplikasi ini, jadi kami bisa tahu jumlah masyarakat yang terdampak secara real time,” jelas Sekda Fransiskus.
Sistem ini terintegrasi dengan mekanisme verifikasi yang telah dijalankan sejak awal masa tanggap darurat. Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya oleh Bupati Edistasius Endi, tim verifikasi dari unsur penyuluh KB dan penyuluh pertanian diturunkan untuk mendata langsung setiap lokasi terdampak dengan mencantumkan titik koordinat masing-masing.
Para penyuluh ini dilibatkan karena mereka dinilai menguasai data lapangan yang akurat.
Baca : Kuasai Data Lapangan, Penyuluh KB dan Pertanian Jadi Tim Verifikasi Bencana di Manggarai Barat
Aplikasi ini menjadi Dashboard realtime dampak bencana di Kabupaten Manggarai Barat. Semua pihak bisa memantau total korban yang terdampak, berapa jumlah bangunan yang dalam kondisi rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan, lengkap dengan grafik kerusakan yang dibuat perdesa dan perkecamatan.
Sekda Fransiskus juga menjelaskan bahwa masing-masing kecamatan memiliki admin tersendiri untuk menginput data, sehingga laporan yang masuk valid dan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Sistem ini memungkinkan koordinasi yang cepat antara 12 admin di tingkat kecamatan dengan satu admin di tingkat kabupaten.
Berdasarkan data sementara yang ditampilkan dalam aplikasi tersebut, hingga pukul 15.44 Kamis (20/08/2026), secara keseluruhan di wilayah Kabupaten Manggarai Barat, ada 7.354 unit rumah warga dengan klasifikasi rusak ringan, sedang, dan berat.
Pendataan ini dilanjutkan hingga Sabtu (22/08/2026), kemudian pada hari Senin (24/08/2026) akan kembali diturunkan tim verifikasi dari Dinas Pekerjaan Umum yang didampingi oleh unsur Jaksa dan Polisi.
Sistem pendataan terintegrasi ini mendapat perhatian khusus dari Gubernur NTT karena dinilai mampu menjadi contoh bagi daerah lain di Nusa Tenggara Timur dalam penanganan bencana secara profesional dan berbasis teknologi.
Setelah pertemuan berlangsung, para gubernur melanjutkan perjalanan menuju daerah terdampak bencana untuk meninjau langsung kondisi masyarakat.***



