Kamis, Juni 4, 2026
BerandaBerita Terkini5 Sektor Strategis Jadi Fokus Kerja Sama Tiga Gubernur Wilayah Nusa Tenggara

5 Sektor Strategis Jadi Fokus Kerja Sama Tiga Gubernur Wilayah Nusa Tenggara

Penulis : Ferdy Jemaun 
Foto-foto : Afri/Prokopim

Labuan Bajo, InfoMabar,- Nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antar tiga gubernur di kawasan Nusa Tenggara, resmi ditandatangani. 5 (lima) sektor strategis jadi fokus, yakni pariwisata, pertanian dan ketahanan pangan, energi terbarukan, konektivitas dan logistik, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Penandatanganan nota kesepahaman atau MOU 3 gubernur ini berlangsung pada Rabu (28/01/2026) malam di kawasan Golo Mori Convention Centre, sebuah fasilitas Meeting, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) berstandar internasional di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Gubernur Laka Lena, Gubernur I Wayan Koster dan Gubernur Lalu Muhammad Iqbal.
Dari kiri ke kanan : Gubernur Laka Lena, Gubernur I Wayan Koster dan Gubernur Lalu Muhammad Iqbal.

Kesepakatan penandatangan MOU ini merupakan tindak lanjut dari MoU yang sebelumnya telah disepakati di Inner Mandalika Circuit International, Lombok Tengah, pada 25 November 2025.

Gubernur NTT, Melki Laka Lena dalam sambutanya pada kegiatan itu memberi penegasan bahwa kerja sama 3 propinsi ini sebagai bagian dari upaya untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan nusatenggara.

Sementara Gubernur Bali, I Wayan Koster mengaku tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada kolaborasi dan kekuatan bersama. “Bali tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada kekuatan bersama yang pada akhirnya akan mewujudkan keuntungan bersama,” jelasnya.

Hal yang sama juga ditegaskan oleh Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, bahwa kerja sama 3 propinsi ini untuk menjawab kebutuhan konektivitas.

Adapun 5 sektor strategis yang menjadi fokus utama itu, yakni :

Pada sektor pariwisata, ketiga provinsi sepakat membangun sinergi promosi destinasi unggulan dengan konsep interconnected tourism Bali–Nusa Tenggara. Kolaborasi ini mencakup pengembangan paket wisata terpadu, peningkatan kualitas destinasi, serta penguatan peran UMKM dan ekonomi kreatif lokal.

Di sektor pertanian dan ketahanan pangan, kerja sama diarahkan pada penguatan produksi dan distribusi komoditas unggulan, pertukaran teknologi pertanian, serta stabilisasi pasokan dan harga pangan antardaerah. NTB dan NTT diharapkan dapat memperkuat perannya sebagai daerah produsen, sementara Bali menjadi salah satu pusat distribusi dan pasar.

Pada sektor energi terbarukan, ketiga provinsi sepakat mendorong pemanfaatan potensi energi bersih seperti tenaga surya, angin, dan biomassa. Kerja sama ini juga membuka peluang investasi hijau serta pertukaran pengetahuan dalam pengelolaan energi berkelanjutan.

Pada sektor konektivitas dan logistik, fokus kerja sama meliputi peningkatan transportasi laut dan udara, penguatan pelabuhan dan bandara penghubung, serta efisiensi sistem distribusi barang dan jasa guna menekan biaya logistik di kawasan timur Indonesia.

Sektor pengembangan SDM menjadi pilar penting lainnya, dengan ruang lingkup kerja sama meliputi pendidikan, pelatihan vokasi, sertifikasi tenaga kerja, serta peningkatan kompetensi SDM di sektor pariwisata, pertanian modern, dan energi terbarukan.

Penandatanganan MoU ini menjadi simbol komitmen bersama tiga gubernur untuk memperkuat integrasi pembangunan regional dan meningkatkan daya saing kawasan Nusa Tenggara di tingkat nasional maupun global.

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, serta sejumlah bupati dari 3 kawasan propinsi Nusatenggara, turut menyaksikan penandatangan MoU ini.***

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments