Penulis: Gaudensius Budiman Hading Editor : Tian Candra
Labuan Bajo, Infomabar – Konsorsium Pangan Bernas terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam membangun sistem pangan yang berkelanjutan dan berkeadilan di Kabupaten Manggarai Barat. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pertemuan Lobi dan Advokasi Forum Pangan Orang Muda bertema “Gali Potensi dan Wujudkan Mimpi” yang digelar di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (30/10/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur, antara lain perwakilan instansi pemerintah yang tergabung dalam Multi Stakeholder Forum (MSF), kepala desa, perwakilan program Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), serta anak muda dari sepuluh desa di Manggarai Barat.
Dalam sambutannya, Perwakilan MSF Manggarai Barat, Alvinanus Latubatara, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan generasi muda dalam forum ini. Menurutnya, partisipasi aktif anak muda merupakan modal penting dalam memperkuat sistem pangan daerah.
“Saya sangat senang, yang diundang hari ini adalah orang-orang muda dari semua desa. Mereka adalah generasi yang memenuhi syarat untuk menjadi penggerak perubahan di bidang pangan,” ujar Alvin.
Ia menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah fundamental dalam membangun sistem pangan berkelanjutan. Program ini, kata Alvin, memiliki tiga peran penting yang saling terkait, yaitu sebagai solusi kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.
- Sebagai solusi kesehatan, MBG diharapkan dapat melahirkan anak-anak yang sehat dan kuat sebagai generasi penerus bangsa.
- Sebagai solusi pendidikan, pemenuhan gizi membantu anak-anak fokus belajar dan berprestasi di sekolah.
- Sebagai solusi ekonomi, MBG membuka peluang usaha baru bagi masyarakat lokal sebagai pemasok bahan pangan.
“Kita yang hadir hari ini bisa menjadi bagian dari rantai pasok MBG. ASN dan masyarakat dapat mengambil peran sebagai pemasok bahan pangan lokal. Ini momentum untuk membangun kemandirian dan memperkuat ekonomi daerah,” tegasnya.
Tantangan dan Arah Pembangunan Pangan di Manggarai Barat
Kabupaten Manggarai Barat yang telah ditetapkan sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) menghadapi tantangan serius dalam sistem pangannya. Alih fungsi lahan untuk pariwisata, dampak perubahan iklim, serta menurunnya minat generasi muda di sektor pertanian menjadi isu penting yang harus diatasi bersama.
Meski demikian, data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022 menunjukkan adanya perbaikan indeks pangan. Konsumsi beras per kapita meningkat dari 394,28 kilogram per tahun (2021) menjadi 482,16 kilogram per tahun (2022). Capaian ini menunjukkan adanya potensi penguatan sistem pangan lokal yang perlu terus dijaga dan dikembangkan.
Membangun Jejaring dan Sinergi Antar-Pihak
Kegiatan lobi dan advokasi ini bertujuan memperkuat kapasitas advokasi generasi muda, membangun jejaring lintas sektor, memperluas akses terhadap sumber daya pangan, serta meningkatkan partisipasi aktif kaum muda dalam transformasi sistem pangan di tingkat lokal.
Salah satu hasil yang diharapkan adalah terbentuknya jejaring supplier muda yang dapat memasok bahan pangan berkualitas bagi program MBG. Dengan begitu, sistem pangan lokal dapat tumbuh lebih kuat, berkelanjutan, dan berbasis pada pemberdayaan masyarakat.
Melalui kolaborasi antara generasi hijau dan para pemangku kepentingan, Konsorsium Pangan Bernas berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga langkah nyata dalam mewujudkan kedaulatan pangan yang sehat, adil, dan berkelanjutan di Manggarai Barat.


