Penulis : Gonsalez Editor : Ferdy Jemaun
Labuan Bajo, InfoMabar,- Sebanyak 10 orang pemuda di Manggarai Barat, NTT, ditetapkan sebagai pemilik ide terbaik dalam kompetisi Ide SAPA BUMI, Solusi dari Orang Muda untuk Pangan Inklusif dan Bumi Lestari. Atas ide-ide cemerlang itu, kesepuluh pemuda akan mendapatkan dukungan pendanaan dari sejumlah sponsor dan mitra.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sebanyak 19 kelompok orang muda yang terdiri dari 40 peserta dari berbagai wilayah di Manggarai Barat menunjukkan ide-ide terbaik mereka dalam Kompetisi Ide SAPA BUMI (Solusi dari Orang Muda untuk Pangan Inklusif dan Bumi Lestari). Kompetisi yang digelar pada 25-26 September 2025 di Aula Sekretariat Kabupaten Manggarai Barat ini bertujuan untuk mendorong sistem pangan yang berkelanjutan.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh RISE Foundation, Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial (Humanis), dan Yayasan Aksi Solidaritas Sesama (Sadarsama), bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Manggarai Barat, melalui program Urban Futures.
Sekretaris Daerah Manggarai Barat, Fransiskus S. Sodo, dalam sambutannya menekankan peran strategis orang muda dalam pembangunan daerah. “Kompetisi ini merupakan bagian dari rangkaian program Urban Futures di Manggarai Barat, yang bertujuan meningkatkan ketahanan pangan dengan melibatkan orang muda sebagai aktor utama dalam sistem pangan daerah kita,” ujarnya.
Selama dua hari, peserta mengikuti Bootcamp Capacity Building untuk memperkuat kapasitas dan menyempurnakan ide mereka. Materi yang diberikan meliputi Hak atas Pangan dan Gizi, Inovasi Sosial, serta teknik pitching dan storytelling yang efektif. Para peserta kemudian mempresentasikan ide mereka di hadapan dewan juri dari berbagai sektor pemangku kepentingan.
Dari proses tersebut, terpilih sepuluh ide terbaik yang akan mendapatkan dukungan pendanaan untuk diuji coba pada periode Oktober–November 2025. Sepuluh ide tersebut antara adalah :
- Aquilinus Royen – Maggotnesia (Budidaya Maggot)
- Ermina Salju (Komunitas Tuli LBJ) – Bahasa Isyarat sebagai Jembatan Informasi Pangan Lokal Inklusif
- Yosefa Saraswati Hagun – Peningkatan Pangan Lokal dengan Budidaya Tanaman Sorgum sebagai Alternatif Pengganti Beras
- Paulina Mega Meo – Desa Liang Ndara Menghadapi Tantangan Ketersediaan Pangan Lokal (Urban Farming sebagai solusi)
- Benyamin Ewa – Swadaya Pangan dan Hilirisasi Pertanian dari Konvensional Menuju Modern
- Godefridus Agar – Menambah Nilai Jual dan Mutu Vanili dengan Upaya Konservasi Tanaman
- Leonardus Mindo – Mengatasi Kecanduan Sistem Ijon Petani melalui Diversifikasi Produk Kacang Mete
- Sabina Satrinda Pandu – Agrowisata Terpadu Berbasis Kearifan Lokal untuk Ketahanan Pangan dan Wisata Edukasi
- Gabriela Arcangela Girlani Jamin (Forum GenRe LBJ) – Dari Piring ke Pikiran: Edukasi Hak atas Pangan Bergizi di Sekolah
- Arnoldena Safira (Bracha Harvest LBJ) – Pertanian Tampa Pupuk Kimia Solusi Inklusif untuk Pertanian Berkelanjutan di Labuan Bajo
Dewan juri juga menetapkan tiga ide terbaik yang memperoleh tabungan pembinaan dari Bank NTT, yakni : ide terbaik 1: Ermina Salju – Bahasa Isyarat sebagai Jembatan Informasi Pangan Lokal Inklusif; Ide Terbaik 2 : Arnoldena Safira – Pertanian Tampa Pupuk Kimia Solusi Inklusif untuk Pertanian Berkelanjutan di Labuan Bajo; dan Ide Terbaik 3: Gabriela Arcangela Girlani Jamin – Dari Piring ke Pikiran: Edukasi Hak atas Pangan Bergizi di Sekolah
Gabriela Arcangela Girlani Jamin juga dinobatkan sebagai Best Presenter dalam kegiatan ini.
Kepala Bappeda Manggarai Barat, Peter A. Rasyid, menegaskan bahwa program ini sejalan dengan agenda pembangunan daerah. “Orang muda memiliki peran yang sangat strategis. Kegiatan ini juga bukan hanya satu kali implementasi lalu selesai, tapi bagaimana ini (harus) berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Artin Wuriyani, Direktur Eksekutif RISE Foundation, menyampaikan bahwa SAPA BUMI menegaskan pentingnya memadukan inovasi orang muda dengan kearifan lokal dan praktik tradisional.
“Kami berkomitmen bersama Bappeda untuk mengawal implementasi ide-ide terbaik dan berharap inisiatif ini menginspirasi model kolaborasi lintas pihak,” tambahnya.
Kegiatan Bootcamp dan Final Pitching SAPA BUMI ini turut didukung oleh sejumlah pihak, yaitu Bank NTT, The Kitchen Garden, Meruorah Komodo Labuan Bajo, dan Kopdit Pintu Air dan Mitra Konsorsium Pangan Bernas.***



