Penulis : Gonsalez Editor : Ferdy Jemaun
Labuan Bajo , Infomabar :- Multi Stakeholders Forum (MSF) Manggarai Barat terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sistem ketahanan pangan lokal melalui serangkaian kegiatan kolaboratif dan pembelajaran. Salah satu upaya terkini adalah penyelenggaraan kegiatan Learning Exchange on Community Supported Agriculture (CSA) yang melibatkan perwakilan petani muda, pemerintah desa, dan organisasi Masyarakat, dengan menghadirkan Konsorsium PUPA yang bekerja di Kota Bandung.
Kegiatan ini digelar sebagai respons terhadap berbagai tantangan pangan yang dihadapi masyarakat Manggarai Barat, seperti ketergantungan pada pangan impor, pemasaran produk lokal yang terbatas, serta dampak perubahan iklim. MSF, sebagai wadah multipemangku kepentingan, berperan penting dalam menginisiasi diskusi dan aksi kolektif untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Kami ingin menciptakan ruang belajar bersama, di mana anak muda dan petani bisa saling berbagi pengalaman dan inovasi, khususnya dalam penerapan model CSA,” jelas Antonius Babo Wea, Koordinator Program YAKINES, salah satu anggota Konsorsium Pangan Bernas yang turut menginisiasi Kegiatan, dalam sambutanya pada kegiatan yang berlangsung di La Moringga, Pasar Baru, Kamis (15/01/2026).
Kegiatan sharing learning menghadirkan komunitas Seni Tani dari Kota Bandung yang telah sukses mengembangkan CSA Tani Sauyênan sebagai model pertanian yang memberdayakan petani lokal dan menjamin pasar yang berkelanjutan.
Selain pertemuan inti di Labuan Bajo, rangkaian kegiatan juga mencakup kunjungan lapangan ke sejumlah desa dampingan Konsorsium Pangan Bernas, seperti Wae Lolos, Pantar, Batu Cermin, dan Gorontalo. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung kondisi pertanian organik, usaha ternak, hidroponik, serta UMKM pengolahan pangan lokal.
Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas anak muda dan anggota MSF dalam pengelolaan sistem pangan lokal, memperkuat jaringan kolaborasi antarwilayah, serta mendorong penerapan model CSA yang adaptif dengan kondisi Manggarai Barat.
“Dengan adanya pertukaran pengetahuan ini, kami berharap anak muda tidak hanya menjadi penerus, tetapi juga penggerak utama transformasi pangan di daerahnya,” tamba Antonius

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Urban Futures yang didukung oleh Hivos, Yayasan Humanis, RUAF, dan mitra lokal lainnya. Diharapkan, langkah ini dapat menjadi titik awal bagi penguatan kemandirian pangan dan keberlanjutan usaha pertanian di Manggarai Barat.
Sementara itu, Fathan dan Mentari dari Komunitas Seni Tani Kota Bandung, kepada para peserta kegiatan membagi pengalamanya terkait pengelolaan sistem pangan di Kota Bandung.
Dari pengalaman yang dibagikan keduanya, berharap MSF Manggarai Barat, khususnya orang muda yang selama ini menjadi binaan Konsorsium Pangan Bernas, dapat mengambil sisi baik untuk dipraktikkan dalam karya mereka di Manggarai Barat.***


