Penulis : Mathildis Editor : Hans
Labuan Bajo: InfoMabar – Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Tenaga kerja dan transmigrasi, Koperasi dan UMKM terus mengupayakan penguatan kapasitas sumber daya manusia pesisir melalui kegiatan Pelatihan Diversifikasi Pengolahan Ikan sebagai produk pengetahuan kolaboratif untuk pengembangan usaha berkelanjutan di wilayah pesisir Labuan Bajo. Kegiatan dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK), Rabu (11/2/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari pendekatan pendidikan vokasional yang mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, dan kewirausahaan berbasis potensi lokal.
Pelatihan secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Manggarai Barat, Theresia Primadona Asmon. Dalam sambutan pembukaannya, ia menegaskan pentingnya memanfaatkan kesempatan pelatihan secara maksimal.
“Pelatihan untuk pengelolaan ikan menjadi kerupuk, dendeng, juga nugget ikan selama tiga hari ke depan. Jangan sia-siakan kesempatan ini. Ini kolaborasi kelompok agar bisa terwujudkan.
Narasumber akan memberikan pengalaman dan ilmu baru yang bermanfaat. Ilmu akan bermanfaat kalau ini dilakukan dan hanya bagi orang-orang yang mau didampingi. Kami atas nama Pemerintah sangat berharap agar kegiatan ini dimaksimalkan selama tiga hari. Apabila ada hal-hal yang kurang, boleh disampaikan ke panitia,” ujarnya.
Pelatihan ini merupakan manifestasi dari keyakinan bahwa dengan sentuhan pengetahuan dan teknologi tepat guna, kekayaan laut yang ada di depan mata dapat menjadi fondasi utama bagi kemandirian ekonomi masyarakat Manggarai Barat. Tidak sekadar mengolah ikan, kegiatan ini dimaknai sebagai langkah membangun masa depan daerah dari bawah, setapak demi setapak, menuju kesejahteraan yang berkelanjutan.
Adapun tujuan utamanya meliputi penguasaan keahlian produksi (technical mastery), di mana peserta diharapkan mampu mengolah ikan menjadi dendeng dan kerupuk dengan standar profesional. Fokus diberikan pada penerapan teknik pengolahan yang presisi guna menjaga tekstur dan cita rasa optimal, serta implementasi prosedur sanitasi dan higiene yang ketat pada setiap tahapan produksi untuk menjamin keamanan konsumsi.
Selain itu, pelatihan juga menekankan aspek penjaminan mutu dan nutrisi (quality assurance) dengan membangun kesadaran kritis peserta terhadap pentingnya standar pangan sehat. Peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai prinsip keamanan pangan (food safety) agar produk mampu memenuhi tuntutan pasar modern, sekaligus tetap menjaga kandungan gizi sebagai sumber protein berkualitas bagi masyarakat.
Dari sisi keberlanjutan ekonomi, pelatihan ini diarahkan pada hilirisasi dan kemandirian ekonomi (empowerment economic) dengan mendorong terbentuknya UMKM baru berbasis perikanan yang berdaya saing, serta menumbuhkan mentalitas kewirausahaan agar peserta mampu mengelola sumber daya lokal sebagai motor penggerak ekonomi keluarga dan komunitas.
Sementara itu, Kepala SPTN Wilayah 2 BTN Komodo, Dwi Hartanto, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar pelatihan ini benar-benar memberi dampak nyata.
“Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi kita semua. Bagaimana pelatihan ini bisa meningkatkan taraf hidup bapak ibu. Semoga ilmu ini juga bisa menjadikan bapak ibu sekalian sebagai perintis usaha, pembimbing, sekaligus pelaku dalam UMKM maupun di desanya masing-masing,” ungkapnya.
Pelatihan, diikuti oleh 20 peserta yang merupakan perwakilan dari empat desa, yakni Desa Warloka, Golo Mori, Papagarang, dan Pasir Panjang. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Kehutanan melalui Balai Taman Nasional (BTN) Komodo, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Koperasi dan UMKM, In Flores, serta Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kabupaten Manggarai Barat.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan simbolis ID card, modul pelatihan diversifikasi pengolahan ikan, serta perlengkapan pelatihan berupa celemek (apron) kepada peserta.

Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber Indolatifa dan Chef Mikhael, yang berbagi pengalaman praktis serta pengetahuan aplikatif guna memperkuat keterampilan peserta dalam mengolah hasil perikanan secara bernilai tambah.


