Penulis : Ferdy Jemaun dan Gonsales B. Hading
Labuan Bajo, InfoMabar,- Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Barat, Fransiskus Sales Sodo, mendorong orang muda Manggarai Barat untuk memanfaatkan peluang sektor pariwisata Labuan Bajo dengan membangkitkan kuliner lokal sebagai ‘ladang usaha’. Sebab para wisatawan yang datang berkunjung, bukan hanya karena tertarik dengan alam atau komodo, tapi juga budaya, yang di dalamnya ada kuliner.
Dorongan untuk orang muda itu disampaikan Sekda Fransiskus saat menyampaikan sambutan pada kegiatan Gala Dinner bersama Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial atau disingkat Humanis, yang berlangsung di Senja Eatery, Labuan Bajo, Rabu (13/08/2025) malam.

“Keterlibatan orang muda untuk mengembangkan potensi sumber daya lokal sangat dibutuhkan, di saat sektor pariwisata Labuan Bajo ini sedang bangkit,” ujar Sekda Fransiskus.
Diakuinya bahwa sumber daya lokal di Manggarai Barat sangat memadai untuk dikembangkan. Apa lagi saat ini, sektor bisnis di Labuan Bajo bertumbuh dengan sangat pesat.
“Nah, peluang ini harus kita manfaatkan dengan maksimal. Orang muda jangan berpangku tangan. Kalau kita tidak memanfaatkan, maka akan ada orang lain dari luar Manggarai Barat yang akan memanfaatkanya,” ujar Sekda Fransiskus yang juga menjabat sebagai Ketua Multy Stakeholder Forum (MSF) Manggarai Barat ini.
Kepada Humanis, Sekda Fransiskus menyampaikan terima kasih, utamanya atas pendampingan terhadap orang muda melalui program Urban Futures yang sudah diterapkan di Manggarai Barat sejak tahun 2023 yang lalu.
Sekda Fransiskus mengaku bangga, sebab program Urban Futures, hanya ada di 10 kota di dunia, 2 diantaranya ada di Indonesia, yakni Bandung dan Manggarai Barat.

Diharapkanya agar pendampingan terhadap orang muda Manggarai Barat, sebagaimana yang sudah dilakukan selama ini, dapat terus dilakukan secara intens, agar jiwa entrepreneurship orang muda Manggarai Barat bisa tumbuh kemudian berkembang.
“Orang Manggarai itu bisa bekerja. Tapi pada umumnya mereka tidak bisa berbisnis. Beda dengan orang dari daerah lain yang sudah punya tradisi bisnis secara turun temurun. Karena itu, bimbingan dan arahan dari Humanis sangat dibutuhkan,” akunya.
Sementara itu, Regional Coordinator Urban Futures Indonesia Laily Himayati, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat atas kerja sama yang telah terjalin, sehingga program Urban Futures di Manggarai Barat telah berjalan dengan baik.
Trima kasih yang sama juga disampaikannya untuk Keuskupan Labuan Bajo, karena telah memberi ruang bagi orang muda hasil binaan Konsorsium Pangan Bernas, untuk memberi warna pada pagelaran Festival Golo Koe 2025.

Merespon ucapan ini, Direktur Puspas Keuskupan Labuan Bajo, RD Carles Suwendi, mengakui bahwa Festival Golo Koe tahun 2025 ini sengaja memberi ruang bagi orang muda berikut produk lokal yang dihasilkan, untuk bisa memperkaya pariwisata Labuan Bajo.
RD. Carles berharap agar kolaborasi seperti ini terus dibangkitkan sehingga dapat menginspirasi banyak pihak.
“Kami berharap, kolaborasi seperti ini dapat menginspirasi kita di wilayah keuskupan ini untuk berpartisipasi dan membangun daerah ini sesuai tupoksi kita masing-masing,” tutupnya.
Ferdy Mau Manu, perwakilan Konsorsium Pangan Bernas, pada kesempatan itu menjelaskan bahwa Gala Dinner itu diselenggarakan dalam rangka meningkatkan kesadaran dan keterlibatan orang muda dalam isu sosial, lingkungan, dan pangan melalui ruang belajar partisipatif dan mewujudkan program yang bertujuan untuk membangun sistem pangan perkotaan yang inklusif dan tangguh terhadap perubahan iklim dalam Festival Golo Koe.
Pada acara Gala Dinner itu, sejumlah orang muda hasil binaan Konsorsium Pangan Bernas, diberi ruang untuk memperkenalkan produk yang mereka hasilkan, seperti Kopi Tuk dari Desa Gorontalo, hasil usaha pertanian hidroponik dari desa Batu Cermin dan Rebok dari Desa Liang Dara.***


