Penulis : Rafika Editor: Ferdy Jemaun
Labuan Bajo, InfoMabar,- Gabungan Organisasi Wanita di Kabupaten Manggarai Barat menunjukkan kepedulianya pada korban Gempa Flores. Kepada para korban di Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, mereka menyalurkan bantuan yang dibutuhkan, seperti Sembako, Terpal dan Selimut.
Sebagaimana disaksikan media ini, penyerahan bantuan kepada para korban gempa di Desa Macang Tanggar itu dilakukan di desa setempat pada Rabu (19/08/2026) pagi.

Wakil Ketua Tim PKK Kabupaten Manggarai Barat, Ny. Mely Weng memimpin penyerahan bantuan ini, langsung kepada para korban.
Ny. Mely Weng menjelaskan bahwa aksi ini merupakan gerakan bersama Organisasi Wanita di Manggarai Barat, Seperti Dharma Wanita Persatuan, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), dan beberapa oraganisasi Wanita lain yang peduli dengan korban gempa.
Nampak hadir mendampingi Ny. Mely Weng pada giat penyerahan bantuan itu, antara lain : Ny. Fatinci Reynilda Sodo, ketua DWP Mabar, Ny. Watty Ontong, Ny. Watty Mahal, Ny. Lelyn Deo dan sejumlah ibu dari organisasi Wanita.
“Ini gabungan dari beberapa organisasi wanita yang ada Manggarai Barat. Ada PKK, ada Dharma Wanita, ada Iwapi, ada organisasi-organisasi yang peduli dengan kejadian-kejadian bencana yang ada di Manggarai Barat ini,” jelas Ny. Mely Weng.
Diakuinya bahwa bantuan yang diserhkan kepada para korban di Desa Macang Tanggar ini merupakan sumbangan dari sejumlah donator. Sejumlah paket sembako merupakan pemberian dari Ibu Siska di Jakarta dan beberapa lembar terpal dari dari IFG.
Pada kesempatan itu, Gabungan Organisasi Wanita ini mengunjungi beberapa titik terdampak di Desa Macang Tanggar, meliputi Dusun Nanga Nae, Dusun Lemes, Dusun Translok, dan yang terakhir di dusun Menjaga.
Pemberian sumbangan itu, kata Ny. Mely Weng, tidak untuk mengembalikan apa yang telah hilang pasca gempa.
“Pesannya bahwa memang terjadi banyak sekali kerugian-kerugian yang dialami oleh warga terdampak. Tapi kita menguatkan, memberikan sumbangan. Ini bukan untuk mengembalikan apa yang sudah terjadi, tapi kami menguatkan, memberikan support dan motivasi kepada mereka bahwa hidup harus berlanjut, mereka harus tetap semangat, dan banyak orang yang peduli dengan mereka,” tegasnya.

Diakuinya bahwa hasil pantauan di lapangan, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah tempat berteduh.
“Yang sangat-sangat urgen yang kami bawakan memang hanya sembako. Sembako itu ada beras, ada minyak goreng, ada gula, kebutuhan-kebutuhan yang sehari-hari mereka perlukan. Tapi setelah melihat situasi di lapangan, kami merasakan bahwa mereka sangat membutuhkan terpal,” jelasnya.
“Karena sampai saat ini gempa-gempa masih terjadi, masyarakat masih ketakutan untuk tidur di dalam rumah, sehingga mereka membuka tempat untuk berlindung atau untuk tidur di luar rumah dan harus menggunakan terpal. Tapi ada yang tidak menggunakan terpal juga, asal-asalan seadanya, di bawah pohon juga bisa,” tambahnya.
Ia meminta kepada para donatur untuk membantu kebutuhan lanjutan berupa terpal, selimut, dan makanan siap saji.
Sejumlah warga menyampaikan terima kasih atas kepedulian yang datang dari berbagai pihak ini.
Sementara itu, Kepala Dusun Menjaga, Muhammad Takhir, kepada media ini menyampaikan harapan besar warga. “Berhubung bencana alam ini masih akan terasa, maka besar harapan kami untuk meminta bantuan tenda karena kami hidup di pesisir pantai dan rumah kami takut roboh,” ujarnya.
Penyerahan bantuan ini merupakan bagian dari rangkaian distribusi logistik yang terus dilakukan Pemkab Manggarai Barat melalui PKK, Dharma Wanita, dan OPD terkait ke wilayah-wilayah terdampak.
Hingga saat ini, Posko BPBD Mabar masih terus menerima dan menyalurkan bantuan dari pemerintah pusat, provinsi, lembaga, dan masyarakat untuk korban gempa di Flores NTT.***


