Rabu, Juni 3, 2026
BerandaBerita TerkiniDusun Cambir Bendera Dukung Aparat Keamanan Gemakan Penolakan IRET

Dusun Cambir Bendera Dukung Aparat Keamanan Gemakan Penolakan IRET

Penulis : Ferdy Jemaun

Lembor, InfoMabar,- Dusun Cambir Bendera, Kelurahan Tangge, Kecamatan Lembor, menegaskan dukungan yang penuh terhadap aparat keamanan yang menggemakan penolakan terhadap aksi IRET (Intoleransi, Radikalisme, Ekstrimisme, dan Terorisme). Dukungan itu penting diwujudkan agar hidup berdampingan secara damai yang sudah berlangsung sejak lama, tidak tercabik oleh aksi IRET.

Demikian penjelasan dari Kepala Dusun Cambir Bendera, Frederikus Maga, saat dihubungi InfoMabar dari Labuan Bajo, Rabu (22/10/2025) pagi.

Brigpol. Jaelani Nasrulah (kedua dari kiri) bersama para ketua RT dan Ketua RW di Dusun Cambir Bendera. (Foto : Dok. Dusun CB)
Brigpol. Jaelani Nasrulah (kedua dari kiri) bersama para ketua RT dan Ketua RW di Dusun Cambir Bendera. (Foto : Dok. Dusun CB)

Kepala Dusun Frederikus menegaskan bahwa seruan menolak IRET penting untuk digemakan sejak dini, sebab saat ini masyarakat mudah sekali terprovokasi oleh berita-berita hoax di media sosial.

“Masyarakat saat ini sangat muda terprovokasi oleh berita-berita hoax di media sosial. Butuh pendekatan yang integratif dan holistik, agar berita-berita hoax itu tidak berdampak pada intoleransi, radikalisme, ekstremismi dan terorisme,” jelas Kepala Dusun Frederikus.

Karena itu, tegasnya, ia bersama para Ketua RT dan Ketua RW di wilayah kerjanya memberikan dukungan yang penuh terhadap aparat polisi, khususnya di Kepolisian Resort (Polres) Lembor yang menggemakan seruan menolak IRET.

Adapun seruan menolak IRET dari aparat kepolisian, dalam hal ini Polsek Lembor, kata Kepala Dusun Frederikus, digemakan melalui berbagai platform media, salah satunya brosur yang dibagikan kepada masyarakat.

Brosur yang dibagikan oleh aparat keamanan. (Foto : Dok. Dusun CB)
Brosur yang dibagikan oleh aparat keamanan. (Foto : Dok. Dusun CB)

“Untuk Dusun Cambir Bendera, kami sudah mendapat koordinasi langsung dari Polsek Lembor, melalui Brigpol. Jaelani Nasrulah,” akunya.

Setelah mendapat koordinasi itu, Kepala Dusun Frederikus langsung mengundang para ketua RT dan RW di wilayah kerjanya untuk menindaklanjuti seruan anti IRET itu.

Diakui Kepala Dusun Frederikus bahwa seruan menolak IRET itu sangat penting digemakan di wilayah kerjanya, sebab penduduknya berasal dari aneka suku dan agama. Tetapi sejak dahulu sudah hidup berdampingan secara damai.

“Saya merasa penting untuk menggemakan penolakan IRET, sebab kami di sini sudah hidup berdampingan secara damai sejak dahulu kala. Jangan sampai hanya karena berita-berita hoax di media sosial, kedamaian dan toleransi kami yang selama ini sudah terjaga, menjadi terganggu,” jelasnya.

Diakui pula Kepala Dusun Frederikus bahwa selain melalui media sosial, aksi IRET juga bisa terjadi karena provokasi dari tamu-tamu asing yang tidak dikenal oleh penduduk setempat.

Karena itu, melalui para Ketua RT dan Ketua RW, Kepala Dusun Frederikus mewajibkan semua masyarakatnya untuk melaporkan setiap tamu yang datang, 1 x 24 jam.

Kepada para pemuda di wilayah kerjanya, Kepala Dusun Frederikus juga menghimbau untuk bersama-sama aparat keamanan setempat menjaga keamanan dan mewujudkan hidup damai secara berdampingan.***

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments