Kamis, Juni 4, 2026
BerandaBerita TerkiniBupati Edi Tegaskan Stop Pengelolaan Keuangan Desa Secara Tertutup dan Tidak Kolaboratif

Bupati Edi Tegaskan Stop Pengelolaan Keuangan Desa Secara Tertutup dan Tidak Kolaboratif

Penulis : Gonsalez Budiman & Garry Baha
Editor : Tian Candra

Labuan Bajo, Infomabar -Bupati Manggarai Barat (Mabar), Edistasius Endi, menegaskan agar seluruh kepala desa dan aparatur desa segera menghentikan praktik pengelolaan keuangan desa yang dilakukan secara tertutup dan tidak melibatkan perangkat desa lainnya.

Penegasan itu disampaikan Bupati Edi saat membuka peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) 2025 di Aula Kantor Bupati Manggarai Barat, Selasa (9/12/2025).

Bupat manggaraiBarat Edistasius Endi Foto bersama usai acara peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia). (Foto: Gery)

Dalam sambutannya, Bupati Edi mengungkapkan bahwa hasil audit Inspektorat Daerah masih menemukan adanya kepala desa yang mengelola keuangan desa seorang diri, bahkan hanya bersama bendahara tanpa melibatkan unsur pemerintahan desa lainnya.

“Saya minta segera dihentikan!!! sekali lagi saya minta dengan hormat supaya segera hentikan!!! Pengelolaan keuangan desa harus transparan dan melibatkan perangkat desa yang berwenang,” tegasnya di hadapan para staf Ahli Bupati, para Asisten Sekda, para Pimpinan OPD, para Camat, dan Kepala Desa se-Kabupaten Mabar.

Menurutnya, pencegahan dan pemberantasan korupsi di tingkat desa sebagai ujung tombak pembangunan harus dilakukan secara kolaboratif. Ia mendorong adanya sinergi antara kepala desa dengan camat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), serta institusi terkait lainnya.

Bupati Edi juga mengapresiasi program ‘Jaga Desa’ bersama Kejaksaan sebagai langkah preventif.

“Dalam memberantas korupsi tidak bisa jalan sendiri-sendiri. Butuh kerjasama dan kolaborasi dari semua pihak,” ujarnya, mengutip tema kegiatan “Satukan Aksi, Basmi Korupsi.”

Pada kesempatan itu, Bupati Edi juga menyinggung persoalan keterlambatan penyampaian laporan administrasi desa yang berdampak pada penundaan transfer dana bagi puluhan desa. Ia meminta hal tersebut menjadi pembelajaran bagi semua pihak.

“Ini harus jadi refleksi. Desa yang tepat waktu menyampaikan laporannya, dananya tidak ditunda. Kita belajar dari pengalaman,” katanya.

Selain itu, Bupati juga mengingatkan kepala desa agar menjaga Kamtibmas di wilayah masing-masing dan mencegah potensi konflik yang dapat mengganggu stabilitas daerah.

“Jangan ikut-ikutan kalau di tempat lain mendiskusikan untuk melakukan aksi. Jangan kita memperberat situasi,” pesannya.

Bupati Edi mengajak seluruh aparatur desa fokus pada pembangunan dan mendukung program strategis nasional, termasuk program Koperasi Merah Putih yang basis pelaksanaannya berada di desa.

“Kehadiran pemimpin, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten, seharusnya menjadi solusi, jangan malah menambah masalah,” pungkas Bupati Edi.

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments