Kamis, Juni 4, 2026
BerandaBerita TerkiniBupati Edi Ajak Forkopimda Bersinergi, Bagaimana Respon Dandim 1630/Manggarai Barat?

Bupati Edi Ajak Forkopimda Bersinergi, Bagaimana Respon Dandim 1630/Manggarai Barat?

Penulis : Ferdy Jemaun 
Foto-foto : Afri/Prokopim

Labuan Bajo, InfoMabar,- Untuk menyukseskan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, mengajak unsur Forkopimda di Manggarai Barat untuk berkolaborasi dan bersinergi. Lalu bagaimana respon Dandim 1630/Manggarai Barat atas ajakan itu?

Pasca berlangsungnya Rakornas yang diselenggarakan di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026), Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, menyampaikan harapan agar di tingkat daerah Kabupaten Manggarai Barat, ada sinergi dan kolaborasi yang kuat antara kepala daerah (Bupati) dan unsur Forkopimda, untuk menyukseskan program prioritas presiden Prabowo Subianto.

Dandim 1630/Manggarai Barat, Letkol Inf. Budiman Manurung

Bupati Edi mengharapkan agar melalui Sinergitas dan Kolaborasi yang dibangun bersama Forkopimda Manggarai Barat, akan menjadi instrumen strategis untuk menjembatani kebijakan nasional sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan, sehinggah baik Kepala Daerah maupun Forkopimda dapat Bersama-sama menjadi motor penggerak  penyelenggaraan pemerintahan, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan di daerah.

“Rakornas Pusat dan Daerah Tahun 2026 ini merupakan forum lintas sektor yang melibatkan seluruh unsur pemerintahan dan penegak hukum. Terlebih, Forkopimda juga memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sosial politik, meningkatkan efektivitas penyelesaian persoalan daerah, serta mendukung kelancaran penyelenggaraan pemerintahan umum,” kata Bupati Edistasius.

Merespon hal itu, Komandan Kodim 1630/Manggarai Barat, Letkol Inf, Budiman Manurung menyatakan kesiapan Kodim 1630 bersama jajaran untuk berkolaborasi, Bersama pemerintah daerah mensukseskan setiap program prioritas Presiden Prabowo di wilayah Kabupaten Manggarai Barat.

Wujud kerja sama itu, kata Dandim Budiman, diantaranya bekerjasama dengan Bulog dalam meningkatkan jumlah serapan gabah dan Beras, pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, MBG, hingga pembangunan jembatan  di daerah terisolasi.

Dalam hal program Swasembada Pangan, Letkol Budiman menyampaikan TNI terus memberikan upaya terbaik dalam mengkawal dan mendukung terwujudnya swasembada pangan, salah satunya melalui dukungan kepada Bulog untuk meningkatkan serapan gabah dan beras yang ditargetkan meningkat menjadi 4 juta ton di tahun 2026.

Letkol Budiman menyampaikan, dengan status Kabupaten Manggarai Barat sebagai lumbung padi Provinsi NTT, jajarannya terus melakukan pendampingan kepada kelompok-kelompok tani yang ada di wilayah-wilayah produksi padi untuk memastikan setiap program dari Kementerian Pertanian menyentuh sampai kepada para petani.

“Babinsa juga dilapangan bekerjasama dengan para kelompok tani. Seperti yang kita ketahui di Manggarai Barat ini kan jadi sentra padi untuk di NTT, tepatnya di Lembor. Makanya tahun ini harapannya bisa kita tingkatkan dengan kerjasama dengan Bulog dan Kementerian Pertanian. Mentan sudah ada berbagai macam program diantaranya ada brigade pertanian itu maksudnya menyiapkan alat-alat seperti traktor kemudian mesin panen padi dan lain sebagainya sehinggah memang kita juga sangat optimis di tahun ini untuk penyerapan gabah dan beras di wilayah Mabar pasti akan meningkat,” kata Letkol Budiman.

Pendampingan yang diberikan tidak hanya sebatas pada memastikan setiap prgram pemerintah sampai ke petani, namun juga ikut mendukung menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait agar hal yang berkaitan dengan upaya meningkatkan produktivitas petani berjalan dengan baik.

“Selama ini kita kerjasama dengan kelompok tani yang ada di Mabar, ada pendampingan saat menanam, apabila terjadi kerusakan kita berkonsultasi dan berkomunikasi  dengan Dinas Pertanian Mabar apabila mungkin, kelompok tani ini membutuhkan bantuan seperti mesin untuk mengolah sawah dan sebagainya, ” ujarnya.

Budiman juga menjelaskan bahwa pihaknya juga akan melakukan pendampingan terhadap pelaksanaan program cetak sawah yang direncanakan mulai dilaksanakaan di Kabupaten Manggarai Barat.

“Kemudian direncanakan di tahun 2026 ini ada program cetak sawah yang sebenarnya sudah dimulai tahun lalu. Di provinsi NTT, di Mabar sendiri kami masih belum dapat info pasti dari dinas pertanian karena memang programnya ini dari Kementan langsung ke Pemda,” tuturnya.

Program Cetak Sawah 2025 adalah inisiatif strategis nasional pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan dengan menargetkan perluasan lahan sawah baru mencapai 480 ribu hektare, atau 225 ribu hektare di tahap awal 2025.

Fokus utama program ini meliputi ekstensifikasi lahan di rawa/mineral, memanfaatkan teknologi (seperti pompanisasi), serta melibatkan petani lokal dan TNI untuk efisiensi.

Pemerintah menargetkan cetak sawah baru hingga 1 juta hektar pada periode 2025-2026 dan target 3 juta hektar hingga 2029.

“Kami akan dampingi untuk tata cara pengolahannya, laksanakan pendampingan dari proses tanam, tumbuh, hinggah panen dan harapannya ini juga seperti yang disampaikan Pak Presiden bahwa  hasil akhirnya berhubungan dengan Koperasi Merah Putih, dimana hasil akhirnya dibeli oleh Koperasi Merah putih sehingga harapannya Swasembada Pangan terpenuhi masyarakat pun mendapatkan harga yang baik dan bagus dan petani serta masyarakat menjadi sejahtera, ” jelas Budiman.***

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments