BerandaBerita TerkiniSIKAMBA MABAR, Etalase Digital Produk IKM Manggarai Barat, Dari Katalog Menuju Pasar

SIKAMBA MABAR, Etalase Digital Produk IKM Manggarai Barat, Dari Katalog Menuju Pasar

Penulis : Gonsalez 
Editor : Ferdy Jemaun

Labuan Bajo, InfoMabar,- Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) terus memperluas akses informasi dan promosi produk industri kecil dan menengah (IKM). Salah satu bentuk perluasan itu melalui SIKAMBA MABAR, akronim dari Sistem Industri Kreatif, Anyaman, Makanan, dan Bina Usaha Manggarai Barat.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Manggarai Barat, Adrianus Ojo, yang ditemuai media ini di Labuan Bajo, Selasa (13/10/2026) pagi, menegaskan bahwa kehadiran SIKAMBA MABAR merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem IKM daerah, yang dikembangkan untuk mendukung pendataan, pengembangan, verifikasi, pemantauan, dan pemasaran produk IKM di daerah itu.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Manggarai Barat, Adrianus Ojo, di ruang kerjanya. (Foto : Gonsalez)

“SIKAMBA MABAR ini kami bangun bukan sekadar sebagai katalog digital. Ini adalah upaya sistematis untuk memastikan produk-produk IKM kita memiliki data yang valid, akses pasar yang lebih luas, dan pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha,” ujar Adrianus Ojo.

Ia menambahkan bahwa platform ini dirancang untuk menjawab tantangan klasik IKM, yakni keterbatasan akses informasi dan pemasaran.

“Selama ini banyak produk lokal kita yang berkualitas, tetapi kurang dikenal karena keterbatasan promosi. Melalui SIKAMBA MABAR, kami ingin memastikan bahwa produk seperti Mete Aren, tenun Molas, dan kerajinan lainnya bisa menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk wisatawan dan mitra usaha di Labuan Bajo,” jelasnya.

Melalui laman SIKAMBA MABAR, masyarakat dapat menelusuri informasi IKM dan produk lokal, sementara pelaku usaha memiliki sarana untuk menampilkan produk dan menjalin komunikasi langsung dengan calon pembeli. Pendekatan ini diarahkan agar data usaha tidak hanya tersimpan sebagai administrasi, tetapi juga dapat mendukung terbukanya peluang pasar.

Halaman “Tentang SIKAMBA MABAR” menjelaskan empat fitur utama platform ini. Pertama, Data IKM Terintegrasi yang memuat informasi profil, lokasi, dan perkembangan usaha. Kedua, Peta Industri yang menampilkan sebaran IKM. Ketiga, Pasar Digital sebagai etalase produk lokal. Keempat, QR Produk Asli untuk mendukung pemeriksaan keaslian produk.

Situs juga memuat alur partisipasi pelaku usaha, mulai dari membuat akun, mendaftarkan IKM dan lokasi usaha, menunggu verifikasi admin dinas, kemudian memasukkan produk beserta foto, harga, dan stok. Mekanisme verifikasi menjadi unsur penting agar informasi yang dipublikasikan dapat dipertanggungjawabkan.

Salah satu contoh yang tampak dalam dokumentasi platform ialah produk “Mete Aren (100gr)” pada kategori Makanan & Minuman. Pada saat tangkapan layar dibuat, halaman produk menampilkan harga Rp40.000 per kemasan, stok tercantum 20 unit, serta tombol “Hubungi IKM via WhatsApp”.

Informasi stok dan harga tersebut merupakan tampilan pada bukti yang diberikan, sehingga perlu dikonfirmasi kembali kepada pelaku IKM sebelum pembelian.

Bukti percakapan WhatsApp yang turut disampaikan memperlihatkan adanya komunikasi langsung antara calon pembeli dan kontak pelaku usaha mengenai rencana pembelian 10 kemasan Mete Aren ukuran 100 gram, pengiriman ke Labuan Bajo, dan pembebanan ongkos kirim.

Pihak usaha menjelaskan bahwa untuk pembelian pribadi ongkos kirim lazimnya ditanggung pembeli dan barang dapat dititipkan melalui jasa travel. Dalam percakapan itu disampaikan estimasi biaya travel yang biasa dikenakan sebesar Rp20.000, sedangkan harga produk disebut Rp40.000 per kemasan 100 gram.

Dokumentasi ini menunjukkan bahwa etalase digital telah menjadi titik awal komunikasi permintaan produk dan diskusi pengiriman. Namun, isi percakapan belum membuktikan bahwa stok 10 kemasan telah dikonfirmasi, pesanan disetujui, pembayaran dilakukan, barang dikirim, atau transaksi selesai. Karena itu, bukti tersebut tepat disebut sebagai komunikasi atau penjajakan pemesanan, bukan realisasi penjualan.

SIKAMBA MABAR juga diarahkan untuk memperkuat eksposur produk Sentra IKM ITA Bajo dan Sentra Tenun Molas Poco.

“Produk olahan pangan maupun karya tenun dan kerajinan daerah membutuhkan akses informasi,” tutupnya.***

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments