Penulis : Mathildis Editor : Ferdy Jemaun
Labuan Bajo – InfoMabar,- Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, menekankan pentingnya penguatan data tunggal sebagai landasan pembangunan daerah. Tanpa data yang akurat, kebijakan pembangunan hanya akan berjalan dalam ketidakpastian.
Hal tersebut disampaikan Bupati Edi melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Laurensius Y.A. Nabu, dalam Seminar Hari Statistik Nasional yang mengangkat tema “Data Potensi Desa dan Sensus Ekonomi 2026 untuk Manggarai Barat Mantap” yang berlangsung di Aula Politeknik Elbajo Commodus, Rabu (24/9/2025).

Bupati Edi menyebutkan bahwa statistik merupakan bahasa universal pembangunan. Tanpa data yang akurat, kebijakan pembangunan hanya akan berjalan dalam ketidakpastian.
“Membangun tanpa data sama dengan berjalan dalam gelap. Dengan data yang benar, setiap kebijakan akan lebih tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Bupati Edi juga menyoroti pentingnya Satu Data Indonesia yang harus diimplementasikan hingga ke tingkat daerah. Data tunggal Manggarai Barat diharapkan menjadi rujukan bersama yang konsisten, akuntabel, serta dapat dipertanggungjawabkan.
“Kita semua adalah pengguna sekaligus penyumbang data. Tanpa partisipasi masyarakat, akademisi, dunia usaha, hingga aparatur desa, data tidak akan pernah akurat,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Bupati mengingatkan peran strategis Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai penghasil data sektoral yang menjadi bahan baku statistik. Sinergi antar instansi disebut mutlak dibutuhkan agar data yang dihasilkan lengkap, valid, dan mutakhir.
Selain itu, Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat untuk terus bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam memperkuat forum data daerah serta mengintegrasikan data sektoral ke dalam sistem informasi pembangunan daerah.
Menjelang Sensus Ekonomi 2026, Bupati mengajak seluruh elemen, mulai dari masyarakat, akademisi, pelaku usaha hingga mahasiswa untuk berpartisipasi aktif. “Dengan sensus ekonomi, kita akan mendapatkan potret utuh perekonomian Manggarai Barat. Inilah dasar untuk merancang kebijakan yang tepat sasaran agar daerah kita semakin maju, aman, dan sejahtera,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Bupati berharap momentum Hari Statistik Nasional menjadi pemicu kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, BPS, akademisi, dan masyarakat dalam mewujudkan Manggarai Barat Mantap.
Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Matamira B. Kale yang hadir melalui zoom sebagai pembicara utama (key note speaker) menjelaskan pentingnya pemanfaatan data potensi desa (PODES) sebagai dasar perencanaan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. Ia menekankan bahwa tantangan besar yang dihadapi BPS ke depan adalah pemanfaatan big data. Menurutnya, big data dapat menjadi salah satu sumber baru dalam memperkaya statistik resmi.
Seminar berlangsung dengan materi-materi dan diskusi menarik. Di akhir acara seperti yang disaksikan oleh InfoMabar, juga diberikan penghargaan kepada 3 OPD (Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi, Koperasi dan UKM, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat) sebagai pelaksana statistik sektoral terbaik tahun 2025, serta penghargaan pun diberikan kepada Responden usaha terbaik dan Mitra statistik terbaik di tingkat Kabupaten Manggarai Barat.***


