Penulis : Gonsalez dan Gery Baha
Editor : Ferdy Jemaun
Labuan Bajo, InfoMabar,- Kondisi keamanan dan toleransi di Kabupaten Manggarai Barat umumnya, terutama di Labuan Bajo sebagai Destinasi Super Prioritas, sangat kondusif. Butuh partisipas dari semua pihak agar kondisi ini tetap terjaga, sehingga Labuan Bajo khususnya dan Manggarai Barat umumnya tetap menjadi ‘rumah bersama’.
Penegasan ini disampaikan Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng saat menyampaikan sambutan pada kegiatan Dialog Kebangsaan, yang digelar di Lingko Ballroom Sudamala Hotel, Labuan Bajo, Rabu (27/8/2025).

“Kondusifitas ini ditandai dengan meningkatnya kunjungan wisatawan dan banyaknya investasi. Tentu, syarat utamanya adalah rasa aman dan nyaman, yang tidak hanya diciptakan oleh pemerintah, TNI, dan Polri, tetapi juga oleh seluruh masyarakat dan peran pemuda,” tegas Wabup Yulianus.
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi, Mayjen TNI Sudaryanto, S.E., M.Han., menggandeng para pemuda Manggarai Barat untuk memperkuat toleransi dan moderasi beragama, dengan menggelar Dialog Kebangsaan.
Kegiatan yang mengusung tema peningkatan toleransi ini dihadiri oleh berbagai unsur, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, dan yang paling utama, para pemuda dari berbagai latar belakang.
Wabup Yulianus menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BNPT yang telah memilih Labuan Bajo sebagai tempat penyelenggaraan dialog strategis ini, sambil menekankan betapa pentingnya peran pemuda, dengan mengutip pidato proklamator Bung Karno, “Berikanlah saya 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.”
Pada kesempatan itu, Wabup Yulianus juga memaparkan bukti nyata toleransi yang hidup di wilayah Kabupaten Manggarai Barat.
“Koordinasi Forkopimda berjalan sangat baik. Dalam hal keagamaan, saat perayaan Paskah, yang berjaga bukan hanya TNI-Polri, tetapi juga Banser NU dan remaja masjid. Begitu pula saat Idul Fitri, pemuda Katolik turut serta mengamankan. Festival Golo Koe yang diadakan Keuskupan bahkan melibatkan berbagai etnis dan agama, di mana patung Bunda Maria dibuat oleh saudara-saudara kita Muslim,” ujarnya.
Wabup Yulianus juga menegaskan komitmen untuk tidak meninggalkan nilai budaya lokal seperti gotong royong di tengah pesatnya perkembangan pariwisata, di mana pemuda memegang peran strategis untuk menjaganya.
Kepada semua pihak, Wabup Yulianus berharap agar kondisi ini tetap terjaga, sehingga Labuan Bajo khususnya dan Manggarai Barat umumnya, akan selalu menjadi ‘rumah bersama’ bagi semua orang.
BNPT : Halau Ancaman Intoleransi, Pemuda Jadi Garda Terdepan
Dalam sambutannya, Deputi BNPT, Mayjen TNI Sudaryanto, menyatakan bahwa kehadiran dan partisipasi aktif pemuda adalah “nyawa” dari dialog kebangsaan ini. Tujuannya adalah menyatukan visi dan komitmen untuk mewujudkan Indonesia yang rukun, damai, dan maju.

“Kita berkumpul untuk tujuan yang mulia: menguatkan persaudaraan dalam upaya mencegah benih intoleransi, kebencian, serta potensi kekerasan yang menyimpang, seperti radikalisme dan terorisme,” seru Sudaryanto.
Ia mengingatkan bahwa meski Indonesia patut bersyukur karena berhasil mencapai zero terrorist attack sejak 2023 hingga sekarang, ancaman tidak pernah hilang. Kelompok teroris telah beralih strategi dari pendekatan keras ke lunak melalui propaganda online, indoktrinasi, dan rekrutmen yang menyasar kelompok rentan, khususnya anak muda yang aktif di dunia digital.
“Mereka bermain di ruang yang kalian kuasai. Karena itulah kewaspadaan serta peran kalian menjadi garda terdepan,” pesannya.
Sudaryanto secara khusus mengajak para pemuda untuk :
- Membangun budaya damai di lingkungan sehari-hari, kampus, media sosial, dan komunitas.
- Meningkatkan pemahaman dan kerjasama nyata dengan teman yang berbeda keyakinan.
- Menjadikan persaudaraan lintas agama sebagai benteng kokoh melawan paham intoleransi, kebencian, dan kekerasan.
“Berdirilah bersama, suarakan nilai-nilai kemanusiaan, dan nyatakan dengan lantang bahwa kekerasan tidak memiliki tempat dalam agama mana pun,” tutup Sudaryanto mengakhiri sambutannya.
Dialog Kebangsaan ini diharapkan dapat memantik aksi-aksi nyata para pemuda Manggarai Barat dalam merawat perdamaian dan toleransi, yang merupakan pondasi utama kesuksesan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata dunia.***


