Penulis : Gonsa dan Gery Baha Editor : Ferdy Jemaun
Labuan Bajo, Infomabar,- Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, menegaskan 3 peran penting keberadaan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah. 3 peran penting itu harus dijalankan dengan baik untuk menjaga pilar demokrasi.
Bawaslu Manggarai Barat menggelar Rapat Koordinasi Penguatan Kelembagaan, dengan menghadirkan sejumlah nara sumber, baik politisi, akademisi, pegiat pemilu maupun pemerhati pemilu. Kegiatan Rakor itu diselenggarakan di Ballroom Hotel Zasgo, Labuan Bajo, Senin (13/10/2025).

Wakil Bupati Manggarai Barat. Dr. Yulianus Weng, didaulat untuk memberikan sambutan pembukaan, mewakili pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.
Dalam sambutannya, Wabup Yulianus Weng menekankan beberapa peran penting Bawaslu dalam proses demokrasi.
“Seperti kita ketahui bersama, ada beberapa peran penting Bawaslu dalam proses demokrasi, baik di daerah maupun di pusat. Yang pertama, tentu menjaga netralitas dalam proses demokrasi. Yang kedua, menciptakan iklim demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas. Yang ketiga, Bawaslu merupakan ujung tombak dalam menciptakan pemilu yang berkualitas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wabup Yulianus menegaskan bahwa untuk menjaga dan melaksanakan fungsi tersebut dengan baik, diperlukan koordinasi, sinkronisasi, dan kolaborasi yang kuat antara Bawaslu dengan berbagai pihak terkait.
Semenatra itu, ketua Bawaslu Manggarai Barat, Maria Magdalena S. Sering, dalam sambutannya menyampaikan Rapat Koordinasi ini digelar untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas Bawaslu Kabupaten Manggarai Barat, serta memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan.
Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, antara lain Aparat Penegak Hukum (Polri, Kejaksaan, Gakkumdu), Lembaga Pemantau Pemilu dan Organisasi Masyarakat Sipil (CSO/NGO), Media Massa, Perguruan Tinggi dan Akademisi, serta Perwakilan Pemilih dan Masyarakat Umum.
Adapun narasumber yang hadir dalam kegiatan ini antara lain : Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima, dengan materi “Evaluasi Penyelenggaraan Pengawasan Pemilu dan Pemilihan dalam Rangka Penguatan Demokrasi dan Penyelenggaraan Pemilu Masa Depan”; Pegiat Pemilu, Arif Suyanto, dengan materi “Evaluasi Penyelenggaraan Pengawasan Pemilu dan Pemilihan sebagai Langkah Strategis Penguatan Kelembagaan Pengawas Pemilu dan Pengawasan Partisipatif”; Pegiat Pemilu, Panji Prasetyo, dengan materi “Urgensi Pengawasan Partisipatif dan Penguatan Kelembagaan Bawaslu”;
Selain itu juga ada Akademisi, Dr. Rudi Rohi, dengan materi “Kajian Hasil Pengawasan Pemilu dan Pemilihan dalam Rangka Pengembangan Kebijakan Penguatan Kelembagaan”; Juga Pemerhati Pemilu, Pater Marsel Agot, SVD, dengan materi “Pemilu Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan”.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode penyampaian materi yang dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab, guna memperdalam pemahaman serta merumuskan strategi penguatan kelembagaan Bawaslu ke depan.
Rapat koordinasi ini diharapkan dapat memperkuat peran Bawaslu dalam menjaga integritas dan kredibilitas pemilu, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan pemilu untuk mewujudkan demokrasi yang lebih berkualitas.***


