Home Berita Terkini Pemkab Mabar Andalkan PAD Untuk Kemandirian Fiskal, Bupati Edi Ajak Semua Pihak...

Pemkab Mabar Andalkan PAD Untuk Kemandirian Fiskal, Bupati Edi Ajak Semua Pihak Sadar Pajak

0
113
Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi saat memberikan arahan. (Foto : Dokumentasi IKP)
Penulis : Mathildis 
Editor  : Hans

 

Labuan Bajo : InfoMabar–Bupati Manggarai Barat NTT Edistasius Endi dihadapan ASN menyoroti penurunan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dibandingkan tahun sebelumnya. Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap pembayaran PBB yang justru mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bersama untuk mengetahui persoalan yang menghambat peningkatan penerimaan daerah.

Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi saat memberikan arahan. (Foto : Dokumentasi IKP)

Menurutnya, daerah perlu semakin mandiri secara fiskal dan tidak terus bergantung pada kebijakan fiskal pemerintah pusat.

“Kita bangun kesadaran kolektif bahwa kebijakan fiskal dari pemerintah pusat tidak lagi kita andalkan, tapi kita dorong untuk kemandirian fiskal kita dari PAD,” tegasnya.

Terkait hal itu, Ia mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) menjadi teladan dalam membangun kesadaran masyarakat untuk memenuhi kewajiban perpajakan. Pembayaran PBB yang semakin menurun menjadi bahan evaluasi bersama untuk mengetahui persoalan yang menghambat peningkatan penerimaan daerah.

“Pembayaran PBB kita dari tahun sebelumnya bukan meningkat, malah menurun. Apa sebenarnya yang salah? Coba mulai dengan diri kita. Yakinkan keluarga, lingkungan kita untuk membayar PBB,” ujarnya.

Ia pun meminta ASN tidak hanya mendorong masyarakat untuk taat membayar pajak, tetapi juga memulai dari diri sendiri dan keluarga. Dengan demikian, aparatur pemerintah dapat memberikan contoh nyata dalam mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal tersebut disampaikannya saat memimpin apel kekuatan di halaman Kantor Bupati Manggarai Barat, Senin (12/10/2026).

Bupati Edi juga mengakui bahwa kebijakan terkait PBB bukan perkara sederhana. Menurutnya, pemerintah daerah menghadapi tantangan dalam menentukan kebijakan yang tepat karena menaikkan maupun tidak menaikkan PBB sama-sama dapat menimbulkan persoalan.

“Kalau tidak menaikkan PBB, maka seperti simalakama, tidak dinaikkan salah, dinaikkan juga salah,” ungkapnya.

Karena itu, ia menekankan pentingnya mencari langkah yang tepat agar pemerintah daerah tetap mampu menjaga keberlangsungan fiskal sekaligus membangun kesadaran masyarakat terhadap kewajiban perpajakan.

Bupati menegaskan bahwa penguatan PAD membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, termasuk ASN, keluarga, dan lingkungan masyarakat. Kesadaran kolektif tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong kemandirian fiskal Manggarai Barat.

Menutup arahannya, ia mengingatkan bahwa kolaborasi harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar diucapkan.

“Kita harus berpikir bahwa kerja kolaborasi itu jangan hanya diucap,” tegasnya.

Melalui ajakan tersebut, Bupati Edi mendorong seluruh jajaran pemerintah daerah untuk mengambil bagian dalam memperkuat penerimaan daerah, membangun kepatuhan membayar PBB, dan mewujudkan kemandirian fiskal Manggarai Barat secara berkelanjutan.