Kamis, Juni 4, 2026
BerandaBerita TerkiniPanen Raya Jagung di Desa Liang Ndara, 2 Aspek Kunci Disasar

Panen Raya Jagung di Desa Liang Ndara, 2 Aspek Kunci Disasar

Penulis : Gonsalez
Foto : Nina/Prokopim 
Editor : Ferdy Jemaun

Labuan Bajo, InfoMabar,- Desa Liang Ndara, Kabupaten Manggarai Barat, menggelar panen raya jagung sebagai puncak dari program ketahanan pangan yang diinisiasi oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jaya. 2 aspek kunci yang disasar dari kegiatan ini, yakni ketahanan pangan dan penggerak ekonomi lokal. BUMDes Jayapun harus jadi teladan.

Penegasan terkait 2 aspek kunci dan menjadikan BUMDes Jaya sebagai teladan untuk BUMDes yang lain, ini disampaikan oleh Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, M.Kes, dalam pidatonya saat kegiatan panen raya yang berlangsung di Kampung Melo, Desa Liang Ndara, Jum’at (30/01/2026).

Wabup Yulianus (tengah) bersama Kades Liang Ndara dan sejumlah aparat.
Wabup Yulianus (tengah) bersama Kades Liang Ndara dan sejumlah aparat.

Wabup Yulianus menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif BUMDes tersebut. Ia menekankan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata pemanfaatan Dana Desa untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

Bagi Wabup Yulianus, kehadiran BUMDes yang aktif dan produktif seperti BUMDes Jaya di Desa Liang Ndara ini menjadi contoh teladan bagi BUMDes di desa-desa lain.

“Ini adalah BUMDes yang hidup. Kegiatan ini akan kami publikasikan agar menjadi inspirasi. Kalau Liang Ndara bisa, kenapa BUMDes lain tidak?” tegasnya.

Wakil Bupati kemudian memperluas visi ke depan dengan menekankan dua aspek kunci, yakni : ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi lokal. Ia mendorong BUMDes dan petani untuk tidak hanya berfokus pada jagung, tetapi juga menggarap peluang dari program Pemerintah, seperti penyediaan bahan pangan untuk Dapur MBG (Makanan Bergizi bagi Anak Sekolah).

“Jangan sampai bahan untuk MBG kita datangkan dari luar daerah. Itu kerugian bagi kita. Tanamlah sayuran, buah-buahan, atau kembangkan ternak ayam dan telur. Kebutuhannya sangat besar dan terus berjalan. Ini adalah peluang ekonomi yang nyata,” paparnya.

Ia menegaskan bahwa dengan memenuhi kebutuhan lokal secara mandiri, uang akan berputar di dalam daerah, kesehatan anak-anak terjaga, dan ekonomi masyarakat akan bertumbuh. Kolaborasi antara BUMDes, Pemerintah Desa, BPD, dan masyarakat disebutnya sebagai kunci keberhasilan.

“Kita punya tanah subur. Jangan biarkan orang luar yang mengelola dan kita hanya jadi pembeli. Mari kita kelola sendiri untuk kedaulatan pangan dan kesejahteraan kita,” ajak Wakil Bupati.

Wabup Yulianus (tengah) saat menyaksikan proses pemipilan jagung.

Sementara itu, dalam sambutannya, Kepala Desa Liang Ndara, Karolus Vitalis, memaparkan bahwa kegiatan ini merupakan perwujudan dari salah satu prioritas penggunaan Dana Desa 2025 di bidang ketahanan pangan, yang dialokasikan sebesar Rp 140 juta ke BUMDes Liang Ndara Jaya.

“Dana tersebut kami gunakan untuk pembukaan lahan seluas 2,8 hektare, pengadaan bibit, tenaga kerja, peralatan, dan pembangunan pondok kerja (sekangho). Hasil panen perdana ini mencapai sekitar 7,3 ton per hektare. Ini masih perintisan, tetapi kami optimis ke depan capaianya akan lebih besar,” jelas Karolus.

Lebih lanjut, Karolus menyatakan komitmennya untuk mendukung kelompok tani dengan penyediaan benih sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan desa secara berkelanjutan. Ia juga mengingatkan pentingnya pemanfaatan lahan oleh seluruh masyarakat untuk budidaya pangan guna menjamin ketersediaan makanan.

Kegiatan panen raya ini ditutup dengan prosesi panen bersama di lahan BUMDes, menandai komitmen bersama untuk terus mengembangkan ketahanan pangan dan mengakselerasi perekonomian berbasis desa di Manggarai Barat.

Selain Wakil Bupati Yulianus, turut hadir pada kegiatan ini Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan, Laurensius Halu, Kepala Dinas PMPD, Puis Baut, Kasat PolPP, Yeremias Ontong, Kabag Prokopim, Tedi Nahas, anggota DPRD Mabar, Marten Mitar, Camat Mbeliling, Yohanes Hibur, kepada desa Liang Ndara Karolus Vitalis beserta staf serta masyarakat desa setempat.***

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments