Kamis, Juni 4, 2026
BerandaBerita TerkiniManggarai Barat Jadi Lokus Riset Tim Ekspedisi Patriot Unpad, Bupati Edi: Ini...

Manggarai Barat Jadi Lokus Riset Tim Ekspedisi Patriot Unpad, Bupati Edi: Ini Kesempatan Emas

Penulis: Sebinus Abel dan Geri Baha || Editor: Tian Candra

Labuan Bajo, Infomabar – Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, menerima sekaligus melepas Tim Ekspedisi Patriot Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung yang akan melakukan riset potensi kawasan transmigrasi di Manggarai Barat. Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat bupati, Senin (1/9/2025), ini menjadi langkah strategis dalam upaya memetakan potensi ekonomi, sosial dan budaya untuk mendorong pertumbuhan kawasan transmigrasi.

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, saat menerima sekaligus melepas Tim Ekspedisi Patriod Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung yang akan melakukan riset potensi kawasan transmigrasi di Manggarai Barat. (Foto: Gery Baha)

Tim Ekspedisi Patriod merupakan program inisiasi Kementerian Transmigrasi yang melibatkan dosen, alumni, dan mahasiswa. Mereka ditugaskan memetakan potensi di 34 lokasi transmigrasi se-Indonesia, dua di antaranya berada di Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Di Manggarai Barat, tim yang terdiri dari dua dosen, empat alumni dan empat mahasiswa itu akan melakukan penelitian selama empat bulan di tiga kawasan, yakni Transmigrasi Macan Tanggar (Kecamatan Komodo), Desa Raba (Kecamatan Macang Pacar) dan Wae Bongko di Desa Wae Sano (Kecamatan Sano Nggoang).

Bupati Edistasius Endi menyambut baik kehadiran tim akademisi ini. Ia berharap penelitian tersebut dapat membantu mengurai persoalan klasik kawasan transmigrasi, seperti kepastian hukum sertifikat lahan dan pembagian aset.

“Dengan hadirnya program ini, kami berharap lahir peradaban baru di wilayah transmigrasi. Kawasan ini harus menjadi teladan dan tumbuh sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, bukan justru menimbulkan masalah,” tegas Bupati Endi.

Ia juga meminta jajaran pemerintah daerah, mulai dari camat hingga kepala desa, untuk mendukung penuh pelaksanaan riset. “Ini kesempatan emas. Jangan sampai ada yang tidak kooperatif. Saya akan tindak tegas jika ada laporan keluhan,” ujarnya.

Ketua Tim Ekspedisi Patriod, Taufik Ampera, menjelaskan penelitian ini bertujuan menghasilkan rekomendasi bagi kementerian dan pemerintah daerah. Outputnya berupa evaluasi kawasan transmigrasi dan desain pengembangan komoditas unggulan spesifik lokal.

“Kami akan melakukan pengumpulan data sekunder, wawancara, dan FGD untuk mendapatkan gambaran kondisi sosial, ekonomi, dan kelembagaan. Hasilnya akan menjadi dokumen rekomendasi pembangunan,” jelas Taufik, dosen Antropologi FISIP Unpad.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Manggarai Barat, Theresia P. Asmon, menyebut program ini sebagai langkah strategis untuk merancang investasi, industrialisasi dan kebijakan nasional berbasis data.

“Kita patut bersyukur, Manggarai Barat terpilih sebagai salah satu dari 34 lokus di Indonesia yang akan diteliti oleh tim kompeten dari Unpad,” katanya.

Foto bersama usai acara penerimaan dan Pelepasan Tim Ekspedisi Patriod Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung yang akan melakukan riset potensi kawasan transmigrasi di Manggarai Barat

Acara penerimaan tim turut dihadiri pimpinan perangkat daerah, perwakilan Kantor Pertanahan, camat dan sejumlah kepala desa dari lokasi penelitian.

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments