
Penulis : Ferdy Jemaun
Labuan Bajo, InfoMabar,- Untuk menjaga mutu pangan siap saji dalam program prioritas pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat menggelar pelatihan keamanan pangan siap saji untuk 101 Penjamah Makanan. Para peserta ini berasal dari 5 dapur MBG di wilayah Kecamatan Komodo.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat, Adrianus Ojo, yang dihubungi media ini Sabtu (08/11/2025) menjelaskan bahwa pelatihan bagi para penjamah makanan untuk Program MBG ini adalah bagian dari komitmen pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dalam berupaya untuk menjamin keamanan dan mutu pangan bagi masyarakat.

“Pelatihan ini bagian dari upaya kita untuk menjaga jaminan mutu pangan dalam program MBG,” jelas Kadis Adrianus, seraya menambahkan bahwa kegiatan pelatihan itu digelar di Aula Kantor Bupati Manggarai Barat pada Jum’at (07/11/2025).
Kegiatan untuk Angkatan IV ini, lanjut Kadis Adrianus, diikuti secara antusias oleh 101 orang peserta yang merupakan penjamah makanan dari 5 dapur Makanan Bergizi Gratis, yakni dari dapur Gorontalo (15 orang), Golo Koe (7 orang), Mbrata (6 orang), Batu Cermin (21 orang), dan Golo Bilas (52 orang).
Dalam sambutannya, saat membuka kegiatan itu, Kadis Adrianus, menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis dan wujud nyata komitmen Pemerintah Daerah.
“Kegiatan pelatihan yang kita laksanakan pada hari ini merupakan langkah strategis dan wujud nyata komitmen Pemerintah Daerah dalam menjalankan amanat peraturan perundang-undangan,” ujarnya.
Ditegaskanya bahwa pelatihan ini secara khusus berpedoman pada Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 14 Tahun 2021 tentang Standar Kegiatan Usaha dan Produk Pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Kesehatan. Amanat peraturan tersebut mewajibkan penyedia jasa boga skala menengah, seperti dapur produksi Makanan Bergizi Gratis yang melayani lebih dari 750 porsi per hari, untuk memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi.
“Oleh karena itu, kehadiran dan partisipasi Bapak/Ibu sekalian dalam pelatihan ini bukan hanya sebuah kewajiban, melainkan sebuah investasi berharga untuk meningkatkan standar pelayanan kita,” tegas Adrianus Ojo.

Melalui pelatihan ini, para peserta dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan kritikal untuk menjamin keamanan pangan yang disajikan. Materi yang diberikan mencakup:
- Kebijakan Keamanan Pangan Siap Saji, sebagai landasan hukum dan operasional dalam setiap proses produksi.
- Identifikasi Cemaran Pangan dan Penyakit Bawaan Pangan, untuk meningkatkan kewaspadaan dan kemampuan mencegah kontaminasi.
- Pemeliharaan Lingkungan Kerja serta Pengendalian Vektor, guna menciptakan ruang produksi yang bersih dan sehat.
- Pembersihan dan Sanitasi Peralatan, sebagai prosedur baku untuk mencegah penularan penyakit.
- Prinsip Higiene Perorangan, yang menjadi tumpuan utama dalam praktik penjamahan makanan yang aman.
- Tahapan Proses Produksi Pangan Siap Saji yang Aman, sebagai panduan komprehensif dari awal hingga akhir pengolahan.
“Saya menekankan, bahwa materi-materi ini adalah fondasi untuk menghasilkan makanan yang tidak hanya bergizi, tetapi juga aman, higienis, dan layak konsumsi. Setiap porsi yang kita hidangkan membawa dampak langsung bagi kesehatan penerima manfaat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan,” jelas Kadinkes.
Kepada para peserta, Kadis Adrianus menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan mendorong untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya.
“Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, hadiri dengan penuh semangat, dan serap seluruh ilmu dari para narasumber. Komitmen dan keterampilan Andalah yang akan menjadi ujung tombak dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik di Kabupaten Manggarai Barat,” tegasnya.
Tak lupa, ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para narasumber dan fasilitator atas dedikasi serta kesediaannya berbagi ilmu. Diharapkan, pengetahuan yang diberikan dapat diterapkan dengan baik oleh seluruh peserta untuk meningkatkan kualitas dan keamanan makanan bergizi yang disajikan kepada masyarakat.***


