Penulis : Gery Baha Editor : Ferdy Jemaun
Labuan Bajo, InfoMabar,- Guna mendukung perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Manggarai Barat menggelar kegiatan Evaluasi Pembinaan dan Pencanangan Desa Cantik Tahun 2026.
Kegiatan yang menjadi momentum penting dalam memperkuat tata kelola data statistik di tingkat desa guna mendukung perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran, ini berlangsung di Aula Kantor Pusat Statistik Manggarai Barat, Selasa (14/07/2026).

Program Desa Cantik yang merupakan singkatan dari Cinta Statistik ini telah berjalan di empat desa di Kabupaten Manggarai Barat, yakni Desa Tondong Belang, Desa Cunca Wulang, Desa Cunca Lolos, dan Desa Golo Damu. Tiga desa pertama telah lebih dahulu dicanangkan, sementara pada kesempatan ini dilakukan pencanangan resmi bagi Desa Golo Damu sebagai bagian dari program pembinaan statistik sektoral.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Manggarai Barat, Paulus Setahu, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada BPS Kabupaten Manggarai Barat atas pelaksanaan Program Desa Cantik. Menurutnya, program ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas pemerintah desa untuk menghasilkan, mengelola, dan memanfaatkan data statistik yang berkualitas.
“Program ini sejalan dengan semangat Satu Data Indonesia yang menekankan pentingnya data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan. Data yang baik bukan sekadar angka mati, tapi dasar membangun desa yang lebih pasti,” ujar Paulus Setahu dalam sambutannya.
Kepala BPS Kabupaten Manggarai Barat, Imra Atil Husni, menjelaskan bahwa Desa Cantik merupakan program inisiatif BPS yang bertujuan meningkatkan kompetensi aparatur desa dalam mengelola, memahami, dan memanfaatkan data. Sepanjang tahun 2026, BPS telah melaksanakan pembinaan sebanyak tiga kali di keempat desa binaan dengan fokus yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing desa.
“Kami telah mengembangkan rancangan kuesioner, buku pedoman dan SOP kegiatan, pengolahan data, serta diseminasi data. Dengan demikian, diharapkan kebijakan pembangunan di desa berbasis data yang akurat dan lebih tepat sasaran,” jelas Imra Atil Husni.
Agenda kegiatan mencakup penyampaian hasil pelaksanaan Program Desa Cantik di masing-masing desa, pemaparan capaian dan tantangan selama proses pembinaan, evaluasi bersama terhadap pelaksanaan program, serta pembahasan rekomendasi dan rencana tindak lanjut.
Dari proses pembinaan yang telah berjalan, terlihat bahwa pemerintah desa mampu mengelola data secara lebih sistematis, terstruktur, dan sesuai dengan standar operasional yang ditetapkan. Hal ini membuktikan bahwa dengan pendampingan dan penguatan kapasitas yang berkelanjutan, desa mampu menjadi produsen data yang berkualitas.
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat berkomitmen untuk terus mendukung penguatan penyelenggaraan statistik sektoral hingga ke tingkat desa. Sinergi antara pemerintah daerah, BPS, pemerintah desa, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus dipelihara agar budaya pengambilan keputusan berbasis data semakin mengakar.
“Diharapkan kolaborasi ini terus berlanjut guna mewujudkan sistem data desa yang terintegrasi, akurat, dan transparan, untuk pembangunan desa yang lebih maju,” tutup Imra Atil Husni.
Kegiatan evaluasi ini diharapkan menjadi langkah awal yang baik bagi penguatan kapasitas statistik desa di Kabupaten Manggarai Barat, sekaligus menjadi model bagi desa-desa lainnya untuk dapat mengelola data secara profesional dan berkelanjutan.
Turut hadir pada kegiatan ini, di antaranya Kepala Bappeda Manggarai Barat, Yohanes Hani, Kepala Dinas PMD, Aloysius Lahi, Kepala Dinas Parekrafbud, Peter A. Rasyid, Camat Mbeliling, Yohanes Hibur, para kepala desa dari keempat desa binaan, Agen Desa CANTIK, serta Tim Pembina Desa Cantik dari BPS.***


