Senin, Agustus 24, 2026
BerandaBerita TerkiniBupati Edi dan DPRD Mabar Awali Paripurna Ke-15 Dengan Do’a Untuk Korban...

Bupati Edi dan DPRD Mabar Awali Paripurna Ke-15 Dengan Do’a Untuk Korban Gempa Flores

Penulis: Sebinus 
Editor:  Ferdy Jemaun

Labuan Bajo, InfoMabar,- Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, bersama seluruh pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat, mengawali Sidang Paripurna ke-15 dengan memanjatkan do’a untuk korban bencana gempa flores.

Do’a untuk para korban gempa ini menjadi pembuka Rapat Paripurna ke-15 dengan agenda penyampaian nota pengantar Rancangan APBD Perubahan TA 2026, Senin (24/8/2026)  di Ruang Rapat Internal DPRD Mabar.

Bupati Manggarai Barat, Edistaius Endi, pada Rapat Paripurna ke-15 DPRD Mabar. (Foto : Tildis)

Suasana khidmat dan penuh keheningan menyelimuti ruang itu. Di tengah agenda resmi daerah, Pemerintah Kabupaten bersama DPRD Manggarai Barat meluangkan waktu khusus untuk memanjatkan doa bersama bagi seluruh masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi Flores yang terjadi pada 15 Agustus lalu.

Momen haru tersebut berlangsung di awal agenda penyampaian Pengantar Nota Keuangan atas Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Manggarai Barat Tahun Anggaran 2026.

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, bersama Wakil Bupati dr. Yulianus Weng, memimpin langsung aksi solidaritas dan doa bersama ini bersama pimpinan serta seluruh anggota DPRD Manggarai Barat dan jajaran pemerintah daerah yang hadir.

Sebelum membacakan pengantar nota keuangan, Bupati yang akrab disapa Bupati Edi tersebut mengajak seluruh hadirin untuk sejenak menghentikan aktivitas dan menundukkan kepala.

“Mari sejenak kita menundukkan kepala, kita berdoa untuk korban bencana di wilayah kita,” ajak Bupati Edi di hadapan rapat paripurna.

Seluruh jajaran pimpinan dan anggota DPRD, pejabat eksekutif, serta undangan yang memenuhi ruang sidang tampak khusyuk dalam hening. Doa dipanjatkan secara mendalam untuk keselamatan masyarakat, kedamaian bagi warga yang meninggal dunia, kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan, serta pemulihan bagi seluruh warga yang hingga kini masih berjuang menghadapi dampak pascabencana.

Aksi doa bersama ini menjadi simbol soliditas dan empati mendalam dari segenap elemen penyelenggara pemerintahan di Manggarai Barat terhadap duka yang dialami warga, sekaligus menegaskan komitmen daerah untuk terus mendampingi masyarakat di masa pemulihan pascabencana.***

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments