Senin, Agustus 24, 2026
BerandaBerita Terkini9.547 Rumah Terdampak di Mabar, Verifikasi Lapangan Segera Dilakukan

9.547 Rumah Terdampak di Mabar, Verifikasi Lapangan Segera Dilakukan

Penulis : Sebinus dan Thildis 
Editor : Ferdy Jemaun

Labuan Bajo, InfoMabar,- Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi menyampaikan perkembangan penanganan gempa 7,7 SR di hadapan pimpinan dan anggota DPRD Manggarai Barat. Sebanyak 9.547 rumah menjadi korban terdampak. Tim verifikasi akan segera turun lapangan untuk melakukan pengecekan langsung.

Penyampaian perkembangan penangan gempa di wilayah Kabupaten Manggarai Barat, ini disampaikan Bupati Edi pada Rapat Paripurna ke-15 dengan agenda penyampaian nota pengantar Rancangan APBD Perubahan TA 2026, Senin (24/8/2026)  di Ruang Rapat Internal DPRD Mabar.

Rapat Paripurna Ke-15 DPRD Manggarai Barat. (Foto : Tildis)

Dalam penyampaiannya, Bupati memaparkan data korban, langkah verifikasi, dukungan dana pusat, hingga tantangan penyebaran hoaks di lapangan.

Bupati Edistasius menyebut, berdasarkan data yang masuk hingga Minggu malam, total rumah terdampak gempa mencapai 9.547 unit. Data itu bersifat real time sejak 15 Agustus 2026. “Dan untuk aplikasi terkait dengan penginputan data korban, itu kita sudah close. Sudah tutup,” ujarnya.

Untuk memastikan akurasi data, Bupati telah mengarahkan Penyuluh Pertanian, Penyuluh KB, dan Dinas Cipta Karya untuk turun verifikasi lapangan mulai Selasa (25/08/2026) besok.  “Tugas mereka mengklasifikasi jenis kerusakan, sekaligus mengakomodir masyarakat yang kena korban tapi lupa dicatat oleh kepala desa. Sekaligus memastikan rumah yang tidak terdampak tidak diinput sebagai bencana,” jelas Bupati Edi .

Menurutnya Proses verifikasi data wajib menggunakan Open Camera dan titik koordinat.  “Tujuannya supaya yang pertama tidak boleh ada yang terlewatkan, terus yang kedua, di peristiwa ini tidak boleh ada yang ‘buntung’ dan tidak boleh ada yang diuntungkan,” tegasnya.

Bupati Edi mengakui bahwa pekerjaan paling sulit saat ini adalah meyakinkan masyarakat yang termakan berita hoaks. “Bagaimana kita meyakinkan masyarakat, karena mereka ini mendapatkan berita-berita hoaks. Akan ada gempa di atas 7,7, gempa akan datang di jam sekian. Itulah pekerjaan terberat yang dihadapi oleh kita semua saat ini,” ungkapnya.

Ia mencontohkan warga di  Pulau Mesa, Papagarang, Seraya Besar, Seraya Kecil, Rinca, Komodo, Kukusan  yang memilih mengungsi ke tempat tinggi dan tidak melaut karena takut tsunami.

“Yang benar-benar kena dampak itu di pesisir pulau . Sedangkan Pulau Besar, Papagarang, Komodo, Rinca, Kukusan itu relatif aman. Tapi justru mereka yang takutnya berlebihan karena dikirimi berita-berita yang tidak bertanggung jawab,” jelasnya.

Selanjutnya bupati Edi menyampaikan Hingga pukul 17.00 kemarin, bantuan pangan dari pemerintah yang sudah didistribusikan mencapai 126 ton. Pendistribusian dimulai sejak 15 Agustus dan masif dilakukan sejak 17 Agustus.

Bupati  Edi mengakui ada beberapa lokasi yang bantuannya menumpuk karena tidak ada koordinasi. Namun ia memastikan tidak ada desa yang terlewat. “Lokasi terakhir itu di Desa Golokeli, Kecamatan Komodo, Kampung Hawir dan kampung Ndari di Nggilat. Bantuannya sudah didrop tanggal 17 Agustus 2026 kemarin. Hanya sayangnya kepala desanya tidak mendistribusikan. Puji Tuhan, kemarin jam 6, yang Golokeli itu sudah terdistribusi,” terangnya.

Bupati juga menyoroti adanya warga di luar Mabar yang memposting bahwa desanya belum mendapat bantuan, padahal data di lapangan sudah didistribusikan. “Kondisi-kondisi begini butuh kesabaran, ketenangan. Sudah dikasih, dipikirnya bahwa kita kasih itu untuk satu kampung, tanpa melihat lagi ‘ini yang terkena, ini yang tidak’,” pungkasnya.

Rapat dipimpin oleh wakil ketua II DPRD manggarai Barat Sewargading S. J. Putra didampingi oleh Ketua DPRD Benediktus Nurdin dan wakil ketua I DPRD Rikardus Jani dan dihadiri oleh bupati manggarai barat Edistasius Endi, wakil bupati Manggarai Barat dr. Yulianus Weng, anggota DPRD, dan segenap pimpinan OPD.***

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments