Kamis, Juni 4, 2026
BerandaBerita TerkiniBPDP Sosialisasikan Beasiswa Sawit di Labuan Bajo, Wabup Yulianus: Pendidikan Adalah Jalan...

BPDP Sosialisasikan Beasiswa Sawit di Labuan Bajo, Wabup Yulianus: Pendidikan Adalah Jalan Mengangkat Derajat

Penulis: Sebinus Abel dan Gery Baha
Editor: Tian Candra

Labuan Bajo, Info Mabar – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menggelar sosialisasi Program Pendidikan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan, khususnya Beasiswa Sawit bagi daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Bupati Manggarai Barat, Selasa (28/10/2025) pagi, dengan mengusung semangat Pengarusutamaan Gender di sektor perkebunan.

Wakil Bupati Yulianus Weng foto bersama Tim BPDP dan para peserta sosialisasi. (Foto. Afri Prokopim)

Program ini diinisiasi BPDP untuk membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi putra-putri terbaik dari daerah 3T. Tujuannya tidak hanya memberikan kesempatan menempuh pendidikan tinggi, tetapi juga menciptakan kesetaraan dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor perkebunan kelapa sawit.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, menyampaikan apresiasi atas inisiatif BPDP yang dinilainya selaras dengan visi pembangunan SDM di daerah. Ia menegaskan bahwa beasiswa ini bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, melainkan sarana untuk mewujudkan cita-cita dan membangun masa depan yang lebih baik.

“Kalau dulu pemuda berjuang dengan bambu runcing, tantangan kalian sekarang adalah melawan kemiskinan, kebodohan, dan radikalisme. Cara mengangkat derajat adalah dengan pendidikan setinggi-tingginya,” ujar Yulianus.

Wabup Yulianus juga mengingatkan pentingnya investasi pada pendidikan sebagai warisan yang tidak akan habis oleh waktu.

“Kekayaan alam suatu saat akan habis, tetapi kekayaan intelektual yang lahir dari pendidikan akan menjadi modal abadi untuk membangun daerah dan bangsa,” tambahnya.

Sementara itu, Plt. Direktur Hukum dan Kerjasama BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, menjelaskan bahwa program beasiswa ini merupakan wujud nyata komitmen industri kelapa sawit untuk “memberi kembali” kepada masyarakat, khususnya anak-anak dari pekerja perkebunan.

“Kami mendapat informasi bahwa puluhan ribu warga NTT, termasuk dari Manggarai, bekerja di kebun-kebun sawit di Kalimantan, Papua, dan Sumatera. Melalui program ini, kami ingin anak-anak mereka ‘naik kelas’ — tidak hanya menjadi pekerja, tetapi menjadi manajer dan pemimpin di industri ini,” ungkapnya.

Zaid menuturkan, beasiswa yang ditawarkan bersifat penuh (full scholarship), mencakup biaya pendidikan, biaya hidup, buku, dan transportasi termasuk tiket pesawat pulang-pergi untuk jenjang vokasi (D1–D4) hingga sarjana (S1). Tahun 2025, BPDP menargetkan 4.000 penerima beasiswa di seluruh Indonesia.

Untuk memperoleh beasiswa ini, peserta wajib melalui proses seleksi yang ketat dan transparan yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian. Zaid pun mengajak sekolah-sekolah di Manggarai Barat dan sekitarnya untuk menyiapkan para calon peserta sejak dini.

“Kepada para guru, tolong inventarisasi siswa-siswa yang orang tuanya bekerja di perkebunan sawit. Kita masih punya waktu sekitar tujuh bulan hingga pendaftaran dibuka kembali pada Juni–Juli tahun depan. Mari bantu mereka dengan bimbingan belajar,” imbaunya.

Selain itu, program ini juga menekankan komitmen terhadap kesetaraan gender. BPDP memberikan perhatian khusus terhadap kuota penerima perempuan, bahkan dalam beberapa tahun terakhir jumlah penerima beasiswa perempuan justru lebih tinggi dibanding laki-laki.

“Kami di BPDP siap membantu membuka jalan melalui program beasiswa sawit agar masa depan perkebunan Indonesia dipimpin oleh anak-anak muda dari seluruh pelosok negeri, termasuk dari Nusa Tenggara Timur,” pungkas Zaid.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Divisi Kerjasama Kelembagaan BPDP dan Ketua Tim PUG BPDP Fitri Aida, Senior Analis Divisi Penyaluran Dana Pengembangan SDM BPDP Rangga Ramananda, Direktur Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta Sri Gunawan, Kepala Dinas Nakertranskopukm Kabupaten Manggarai Barat Theresia Primadona Asmon, para guru pendamping SMK/SMA dari Manggarai Barat dan Manggarai Timur, serta perwakilan siswa-siswi dari Labuan Bajo.

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments