Penulis : Gery Baha Editor : Ferdy Jemaun
Labuan Bajo, InfoMabar, ,- Sekolah Pascasarjana Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menjalin komunikasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Para ASN setempatpun diberi kesempatan untuk memanfaatanya.
Sosialisasi program studi Magister (S2) dan Doktoral (S3) diselenggarakan di Ruang Rapat Bupati Manggarai Barat, Rabu (17/12/2025) pagi.

Acara ini dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Manggarai Barat, Agustinus Gias, yang mewakili Bupati; Wakil Direktur Pascasarjana IPDN, Dr. Megandaru W. Kawuryan, S.IP, M.Si, beserta Tim; serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Manggarai Barat.
Dalam sambutannya, Agustinus Gias menyampaikan apresiasi atas perhatian IPDN kepada Manggarai Barat. Ia mengungkapkan kebutuhan besar ASN di daerah tersebut untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 dan S3 tanpa harus meninggalkan tugas dinas. “Harapannya ada cara dari IPDN untuk meningkatkan SDM aparatur tanpa meninggalkan tugas,” ujarnya.
Dr. Megandaru W. Kawuryan, dalam pemaparannya, menjelaskan keunggulan dan spesifikasi program Pascasarjana IPDN. Program S2 yang ditawarkan adalah Program Magister Terapan Ilmu Pemerintahan, sementara S3 adalah Doktor Terapan Ilmu Pemerintahan. Keduanya merupakan program satu-satunya di Indonesia yang fokus pada ilmu terapan pemerintahan.
“Kami menawarkan pola hybrid, 50% daring dan 50% luring, dengan jadwal fleksibel di hari Jumat dan Sabtu. Ini untuk menjawab tantangan ASN yang sibuk,” jelas Megandaru.
Ia menekankan bahwa selain ilmu, keunggulan utama belajar di IPDN adalah memperluas jaringan (*networking*) dengan sesama aparatur dari berbagai daerah dan level pemerintahan. Proses perkuliahan lebih banyak berbasis diskusi, studi kasus, dan riset terapan yang relevan dengan pekerjaan.
Biaya dan Mekanisme Pendaftaran
Pada sesi tanya jawab, salah satu poin yang banyak ditanyakan adalah mengenai pembiayaan. Dijelaskan bahwa biaya perkuliahan Per semester, biaya untuk program S2 adalah Rp 7 juta, sedangkan untuk S3 Rp 14,75 juta. Pembayaran dapat dilakukan per semester.
Tim IPDN mengakui bahwa bagi banyak ASN, biaya mandiri menjadi tantangan. Oleh karena itu, mereka menyarankan beberapa alternatif, seperti mengajukan tugas belajar dengan pembiayaan dari pemerintah daerah, mencari beasiswa dari instansi lain, atau memanfaatkan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan yang beroperasi di daerah.
Mekanisme penerimaan mahasiswa baru mengikuti aturan Dikti, meliputi seleksi administrasi, tes tulis, dan wawancara. Untuk memudahkan penyelesaian studi, calon mahasiswa disarankan memilih topik riset yang berkaitan langsung dengan bidang tugas dan permasalahan di daerahnya.
Selain program pascasarjana, perwakilan IPDN Dr. Frans Dione M. Si selaku Sekretaris Prodi Doktor juga menyampaikan informasi terkait penerimaan calon Praja program Diploma IV (D4). Ditekankan bahwa mulai tahun ini, salah satu persyaratan penting adalah memiliki nilai TOEFL minimal 450. Selain itu, calon harus mempersiapkan diri dengan baik untuk Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), yang kerap menjadi titik kegagalan dalam seleksi.
Kegiatan sosialisasi ini ditutup dengan harapan dapat meningkatkan kualitas SDM ASN dan dapat membuka jalan bagi lebih banyak ASN dan putra-putri daerah Manggarai Barat untuk meningkatkan kapasitas akademiknya di IPDN, guna mendukung pembangunan daerah yang lebih baik.***


