Penulis : Tian Chandra Editor : Ferdy Jemaun
Lembor, InfoMabar,- Sejak diresmikan hingga saat ini, Lokasi Agrowisata Ngalor Kalo di Desa Siru, Kecamatan Lembor, belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Masyarakatpun mengusulkan agar selama bulan puasa ini, lokasi itu dijadikan sebagai tempat berjualan takjil.

Usulan itu disampaikan Ahmad Rabun, warga Pandang Kelurahan Tangge, Kecamatan Lembor, saat berjumpa InfoMabar di Lokasi Wisata Ngalor Kalo, Selasa (11/03/0205) pagi.
“Lokasi ini selama ini kan agak sepi, Pak. Pengunjung jarang datang berwisata ke sini. Nah, supaya rame, sebaiknya pemerintah memfasilitasi para pedagang untuk berjualan di sini,” usul Ahmad Rabun.
Ditambahkanya pula bahwa momen bulan puasa saat ini bisa dimanfaatkan untuk dapat mewujudkan usulanya. Misalnya berjualan takjil untuk umat yang sedang berbuka puasa di sore hari.
“Ini kan bulan puasa, Pak. Di Lembor ini banyak umat yang sedang menjalankan ibadah puasa. Nah, jika pemerintah memfasilitasi penjualan Takjil di tempat ini, saya kira akan banyak orang yang datang berbuka puasa di sini,” terangnya.
Dilanjutkan Ahmad Rabun, bahwa dengan membuka Takjil di tempat ini, maka akan membuka kesempatan bagi banyak orang untuk bersilaturahmi.
Dengan demikian, lanjut Ahmad Rabun, maka orang datang ke Agrowisata Ngalor Kalo tidak saja untuk memburu takjil tapi juga untuk bersilaturahmi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat, Stefan Jemsifori, merespon usulan warga ini dengan sangat positif.
Kadis Stefan menilai bahwa usulan itu sangat bagus dan jika terealisir tentu akan ada banyak pihak yang diuntungkan. Tidak saja bagi masyarakat sekitar, namun juga bagi pengunjung yang melintasi kawasan tersebut.
“Usulan ini sangat bagus. Kami akan menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan pihak terkait, dengan mengikuti mekanisme yang ada”, jelasnya.
Salah satu tahapan yang harus dilewati, lanjut Kadis Stefan adalah penyampaian usulan dilakukan melalui surat resmi, yang ditujukan kepada Bupati Manggarai Barat, dengan tembusan kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat selaku OPD teknis.
“Usulan melalui surat itu penting, agar kita bisa tahu dengan pasti siapa pihak yang bertanggung jawab,” ujarnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, lokasi Agrowisata Ngalor Kalo di Kecamatan Lembor dilaunching pada pertengahan Desember tahun 2024 lalu.
Pada kegiatan launching itu Kadis Stefan menjelaskan bahwa sebagai bagian dari wilayah Desa Siru, Agrowisata Ngalor Kalo punya potensi yang sangat bagus untuk dikembangkan.
Semua pihak diharapkan dapat memanfaatkan potensi itu dengan maksimal untuk mendongrak pendapatan ekonomi masyarakat.***


