Kamis, Juni 4, 2026
BerandaBerita TerkiniAgar Pariwisata Berdampak Pada Petani, Pemkab Mabar Dorong Hotel di Labuan Bajo...

Agar Pariwisata Berdampak Pada Petani, Pemkab Mabar Dorong Hotel di Labuan Bajo Sajikan Pangan Lokal

Penulis : Ferdy Jemaun

Labuan Bajo, InfoMabar,- Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mulai mengambil langkah tegas untuk memastikan pesatnya pariwisata di Labuan Bajo memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi sektor pertanian. Salah satu strategi utamanya adalah dengan mendorong pihak hotel untuk menyajikan pangan lokal kepada tamu sebagai menu wajib saat sarapan pagi.

Upaya ini dilakukan sebagai respons atas kondisi di mana perkembangan pariwisata premium Labuan Bajo selama ini dinilai belum sepenuhnya “menetes” ke kantong para petani lokal.

Festival Pangan Lokal di Batu Cermin. (Foto : Ferdy Jemaun)

Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, mengakui bahwa sosialisasi kepada para pelaku industri perhotelan telah mulai dilakukan. Pemkab meminta agar ada keberpihakan nyata terhadap komoditas asli daerah dalam setiap sajian kepada tamu.

“Kita sudah melakukan sosialisasi kepada pihak hotel. Diharapkan menu makan pagi di hotel itu harus ada juga pangan lokal. Walaupun tidak 100 persen, kita minta 60-70 persen harus ada unsur pangan lokal,” ujar Wabup Yulianus saat membuka Festival Pangan Lokal di area Wisata Batu Cermin, Senin (05/05/2026).

Untuk memastikan kebijakan ini tidak hanya menjadi sekadar imbauan, Pemkab Manggarai Barat telah menyiapkan payung hukum yang kuat, berupa regulasi berjenjang. Pemerintah telah menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) yang akan diperkuat dengan Peraturan Bupati (Perbup) sebagai pedoman teknis pelaksanaan.

Selain menyasar sektor swasta, Pemkab Mabar juga mewajibkan seluruh kegiatan pemerintahan yang bersumber dari dana APBD untuk menggunakan pangan lokal sebagai konsumsi utama dalam setiap acara.

“Untuk setiap kegiatan yang dibiayai oleh APBD, di atas meja itu harus ada Ubi, ada Pisang, ada Jagung, ada Tela, Kacang-Kacang, yang semuanya merupakan produk petani lokal kita sendiri,” ujar Wabup Yulianus.

Selama ini, rantai pasok kebutuhan pangan untuk hotel-hotel berbintang di Labuan Bajo masih banyak bergantung pada pasokan dari luar daerah. Dengan adanya regulasi ini, diharapkan pendapatan petani lokal meningkat. Selain itu juga ada kepastian pasar (hotel dan kantor pemerintah) untuk  semua hasil tani masyarakat.

Lebih dari itu, lanjut Wabup Yulianus, strategi itu sebagai bagian dari upaya untuk memperkenalkan identitas kuliner. Memperkenalkan kekayaan rasa pangan lokal Manggarai Barat kepada wisatawan, baik mancanegara maupun domestik.

Jika benar-benar diwujudkan, maka efek lainya adalah akan ada kemandirian ekonomi bagi para petani lokal. Sehingga ke depan, akan mengurangi ketergantungan pangan dari luar wilayah Manggarai Barat.

Melalui Festival Pangan Lokal ini, Pemkab berharap masyarakat dan pelaku usaha semakin kreatif dalam mengolah bahan baku lokal menjadi hidangan kelas dunia yang layak disajikan di meja makan hotel berbintang.***

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments