
Penulis : Sebinus Abel Editor : Ferdy Jemaun
Labuan Bajo, InfoMabar,- Ditutupnya kegiatan Pelatihan Dasar (Latsar) bagi para CPNSD, bukanlah sekedar penanda berakhirnya kegiatan pelatihan. Tetapi momentum untuk meneguhkan kembali pilihan untuk mengabdi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Penegasan itu disampaikan Plt. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDM) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Flavianus Dua, memberikan pesan mendalam kepada 318 CPNS Manggarai Barat saat penutupan Latsar Gelombang XVI di Aula Sekda kabupaten Manggarai Barat , Senin (19/10/2026) pagi .

“Hari ini bukan sekedar penanda berakhirnya pelatihan saudara saudari. Akan tetapi Hari ini adalah momentum untuk meneguhkan kembali pilihan pengabdian yang telah saudara-saudari ambil,” ujar Flavianus saat menyampaikan sekapur sirih di hadapan Wakil Bupati, Manggarai Barat, perwakilan unsur forkopimda, Pj. Sekda, Kepala BKPSDM Manggarai Barat, Widyaiswara, coach, mentor, dan seluruh peserta Latsar.
Flavianus mengapresiasi kedisiplinan dan ketekunan peserta yang mengikuti Latsar secara Full Distance Learning di tengah tantangan pasca bencana gempa Flores.
“Saudara tidak hanya belajar pengetahuan dan keterampilan sebagai ASN, tetapi ditempa untuk membangun karakter, etika, tanggung jawab, dan komitmen melayani masyarakat Manggarai Barat,” katanya.
Secara khusus, ia menyampaikan terima kasih kepada Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI yang telah memberikan relaksasi pelaksanaan Latsar sebagai bentuk keberpihakan terhadap pembinaan ASN di daerah pasca bencana. “Ini wujud nyata semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap daerah,” ujarnya.
Ia juga berterima kasih kepada Pemkab Manggarai Barat dan BKPSDM Manggarai Barat, para Widyaiswara, pengajar, coach, mentor, dan panitia yang telah mendampingi peserta hingga tuntas.
Flavianus menegaskan, kelulusan Latsar bukanlah akhir, melainkan awal tanggung jawab yang lebih besar.
“Latsar bukanlah garis akhir pembelajaran, melainkan titik awal untuk membuktikan nilai-nilai dasar ASN dapat hidup dalam tindakan nyata. Hasil sudah diumumkan, ada yang sangat memuaskan, memuaskan, dan cukup memuaskan. Semua sudah dinyatakan lulus sesuai SK,” jelasnya.
Menurutnya, ujian sesungguhnya adalah tahap habituasi di unit kerja masing-masing. Tahap dimana proses pembiasaan diri bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk menginternalisasikan dan menerapkan nilai-nilai dasar ASN (BerAKHLAK) serta peran jabatannya ke dalam pelaksanaan tugas sehari-hari di unit kerja
“Di sanalah integritas diuji, profesionalisme dibuktikan, dan semangat melayani diwujudkan. Nilai-nilai Ber-AKHLAK jangan berhenti sebagai hafalan atau materi ujian. Itu harus menjadi kompas dalam mengambil keputusan,” tegasnya.
“Ingatlah, masyarakat tidak menilai seberapa tinggi jabatan kita, tapi seberapa manfaat yang mereka rasakan dari kehadiran kita. Dari setiap dokumen yang kita selesaikan dan setiap masalah yang kita bantu selesaikan,” lanjutnya.
Ia berpesan agar peserta membawa pulang bukan hanya sertifikat, tapi juga janji pengabdiannya kepada masyarakat.
“Jika suatu hari menghadapi kesulitan, ingatlah kembali alasan mengapa memilih menjadi ASN. Ingatlah keluarga yang mendukung dan daerah ini yang sudah menitipkan harapan di pundak saudara-saudari. Jadilah ASN yang berkarakter, adaptif, dan bermanfaat,” tutup Flavianus.
Acara ditutup dengan doa bersama, Foto bersama dan ucapan selamat kepada seluruh alumni Latsar XVI tahun 2026.***


