Home Berita Terkini Seribu Tabung LPG Sudah Masuk Labuan Bajo, 2 Kontainer Dalam Proses Bongkar...

Seribu Tabung LPG Sudah Masuk Labuan Bajo, 2 Kontainer Dalam Proses Bongkar di Pelabuhan Rangko

0
345
Proses bongkar muat gas LPG dari salah satu kontainer. (Foto : Ist)
Penulis : Ferdy Jemaun

Labuan Bajo, InfoMabar,- Sebanyak seribu lebih tabung gas LPG diinformasikan sudah masuk Labuan Bajo pada Minggu (17/05/2026). Selain itu, terdapat pula antrean bongkar muatan LPG di Pelabuhan Rangko melalui Ambra Kargo sebanyak dua kontainer.

Demikian laporan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Manggarai Barat, Adrianus Ojo, yang disampaikan kepada Bupati, Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Barat melalui WhatsApp Group Koordinasi Pimpinan Mabar, Minggu (17/05/2026) malam.

Proses bongkar muat dari salah satu kontainer. (Foto : Ist.)

“Selamat malam pimpinan. Izin melaporkan barang LPG yang masuk hari ini,” tulis Adrianus dalam laporannya.

Dalam laporan itu dijelaskan, sejumlah distributor dan toko mulai menerima pasokan LPG dengan rincian sebagai berikut:

  1. PT SUM (Toko Orion) menerima sebanyak 616 tabung LPG dengan harga jual Rp375 ribu per tabung.
  2. Toko Metro menerima 450 tabung LPG, dengan empat tabung dilaporkan dalam kondisi rusak. Harga jual berkisar antara Rp375 ribu hingga Rp385 ribu per tabung.

Selain barang yang telah masuk, Kadis Adrianus juga melaporkan terdapat pula antrean bongkar muat LPG di Pelabuhan Rangko melalui Ambra Kargo sebanyak dua kontainer, masing-masing:

  1. PT PAS selaku agen resmi, membawa 399 tabung LPG ukuran 12 kilogram dan 60 tabung ukuran 50 kilogram. Harga sebelumnya tercatat Rp320 ribu per tabung, namun hingga kini belum ada informasi terbaru terkait penyesuaian harga.
  2. Toko Hasil membawa sebanyak 600 tabung LPG ukuran 12 kilogram dengan informasi harga jual Rp350 ribu per tabung.

Laporan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dalam memastikan pasokan LPG tetap tersedia di tengah tingginya kebutuhan masyarakat dan dunia usaha di Labuan Bajo. Pemantauan distribusi terus dilakukan guna mencegah kelangkaan serta mengendalikan lonjakan harga di tingkat pasar.

Google Form Untuk Pendataan Kebutuhan Riil

Selain melaporkan rincian pasokan dan harga, Kadis Adrianus juga melaporkan tentang pendataan kebutuhan riil gas LPG di wilayah Labuan Bajo melalui platform digital Google Form. Pendataan tersebut diwajibkan bagi seluruh pelaku usaha pengguna LPG berskala besar maupun menengah.

Kadis Adrianus mengatakan langkah itu dilakukan untuk memperoleh data akurat terkait kebutuhan konsumsi LPG di Labuan Bajo, terutama di tengah tingginya permintaan gas beberapa waktu terakhir.

“Pendataan ini penting agar pemerintah memiliki gambaran nyata mengenai kebutuhan LPG di lapangan, sehingga distribusi dan pengawasan dapat dilakukan lebih tepat sasaran,” ujar Adrianus.

Berikut alamat google form yang harus diisi oleh para pengusaha di Labuan Bajo untuk kepentingan pendataan, yakni: https://bit.ly/PENDATAAN_LPG

Ia menjelaskan, Google Form tersebut wajib diisi oleh seluruh pelaku usaha yang menggunakan LPG dalam operasional sehari-hari, mulai dari hotel, restoran, kapal wisata, kafe, rumah makan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga usaha laundry.

Selain kepada konsumen, Kadis Adrianus juga membuat Google Form untuk diisi oleh pihak Distributor dan kios penyedia LPG. Formulir yang diisi oleh pihak penyedia ini digunakan untuk pengumpulan Data Stok, Harga dan Distribusi Penjualan LPG.

Adapun Google Form yang harus diisi oleh pihak penyedia LPG itu adalah : https://bit.ly/PENDATAAN_STOK_HARGA_LPG

Data yang dihimpun, lanjut Kadis Adrianus, nantinya akan menjadi dasar koordinasi dengan pihak agen maupun distributor resmi LPG di Labuan Bajo guna memastikan ketersediaan stok tetap aman dan distribusi berjalan sesuai kebutuhan.

Selain itu, pendataan juga dimaksudkan untuk memetakan tingkat konsumsi masing-masing sektor usaha, sehingga pemerintah dapat mengetahui sektor mana yang membutuhkan pasokan terbesar serta potensi terjadinya penyimpangan distribusi.

“Kami berharap seluruh pelaku usaha dapat kooperatif dan segera mengisi formulir yang telah disiapkan. Data ini akan membantu pemerintah dalam mengambil kebijakan yang tepat terkait distribusi LPG di Manggarai Barat,” tambahnya.

Ditegaskanya bahwa pendataan tersebut merupakan bagian dari upaya penataan distribusi LPG agar lebih tertib, transparan, dan sesuai kebutuhan riil masyarakat maupun dunia usaha di kawasan pariwisata super prioritas Labuan Bajo.

Google Form pendataan itu akan disebarluaskan melalui berbagai kanal komunikasi resmi pemerintah maupun jaringan asosiasi pelaku usaha di Labuan Bajo.***