Jumat, Juli 3, 2026
BerandaBerita TerkiniProgram MBG Peluang Besar Bagi Petani dan Peternak

Program MBG Peluang Besar Bagi Petani dan Peternak

Penuis: Sebinus Abel
Editor : Tian Candra

Labuan Bajo, Infomabar – Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan peluang besar bagi para petani dan peternak lokal. Hal ini disampaikan Bupati saat memberikan amanat dalam apel kekuatan di halaman Kantor Bupati Manggarai Barat, Senin (29/09/2025).

Bupati Edistasius Endi (Kanan) saat membacakan Teks Pancasila. (Foto: Tian Candra)

Dalam amanatnya, Bupati Endi mengungkapkan bahwa alokasi Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2026 mengalami penurunan signifikan. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK), DAU Manggarai Barat turun hingga 20 persen dibandingkan tahun 2025. Sementara dana fisik hanya tersisa Rp2 miliar dan bagi hasil pajak sekitar Rp1 miliar.

“Ini pesan bagi kita semua. Kita harus lebih kreatif dan inovatif menghadapi situasi ini, karena pertumbuhan ekonomi tidak bisa lagi bersandar pada belanja pemerintah kabupaten,” tegas Bupati Endi.

Ia menyebutkan dua instrumen utama penggerak ekonomi daerah ke depan, yakni Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih. Khusus untuk MBG, ia menilai kebijakan tersebut akan sangat berdampak positif bagi petani dan peternak.

“Saatnya kita menyadarkan keluarga di kampung-kampung untuk menjadi petani yang tekun dan ulet. Yang akan merasakan dampak besar dari makan bergizi gratis ini adalah para petani,” ujarnya.

Bupati Endi juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah dengan menanam sayur, buah, lombok, maupun tomat. Menurutnya, langkah sederhana tersebut sangat penting demi keberlangsungan ekonomi keluarga.

Selain itu, ia menekankan pentingnya kerja kolaborasi lintas perangkat daerah untuk memperkuat peran Koperasi Merah Putih. “Mari kita hilangkan ego sektoral. Kita harus kerja bersama agar tujuan koperasi bisa segera terwujud,” imbuhnya.

Menutup amanatnya, Bupati Endi meminta Sekretaris Daerah (Sekda) bersama jajaran menyusun langkah strategis dan inovatif dalam menghadapi keterbatasan transfer keuangan dari pusat. Ia juga menegaskan agar Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) tetap dipertahankan meski ada penyesuaian dalam sistem kerja.

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments